KONSTELASI POLITIK DI SURAKARTA PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 1971

N, AKHIRULIANA (2016) KONSTELASI POLITIK DI SURAKARTA PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 1971. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (348Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Akhiruliana Nurmalasari. C. 0510009. Konstelasi Politik Di Surakarta Pada Pemilihan Umum Tahun 1971. Skripsi: Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kondisi sosial politik Kota Surakarta dibawah Pemerintah Orde Baru tahun 1971. 2) Mengetahui proses pelaksanaan pemilihan umum tahun 1971 di Surakarta. 3) Mengetahui dampak sosial politik pemilihan umum tahun 1971 di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahap yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Tahap pertama yaitu heuristik atau pengumpulan sumber-sumber sejarah melalui penelusuran dokumen tentang pemilihan umum 1971 di Surakarta. Tahap kedua adalah kritik sumber, yaitu memeriksa keaslian dan validitas sumber yang diperoleh. Tahap ketiga adalah interpretasi berupa penafsiran terhadap data yang diperoleh sehingga didapat fakta-fakta sejarah. Tahap keempat penulisan atau historiografi, yaitu menyajikan fakta-fakta yang telah diperoleh dalam bentuk tulisan sejarah. Untuk menganalisa data digunakan pendekatan ilmu sosial yang lain sebagai ilmu bantu Ilmu Sejarah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosial dan politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan umum tahun 1971 di Surakarta diikuti oleh sepuluh peserta diantaranya adalah Partai Katholik, PSII, NU, Parmusi, Golkar, Parkindo, PNI, Perti, IPKI dan Murba. Pemilihan umum tahun 1971 di Surakarta tidak lepas dari peran tokoh Keraton yang ikut mendukung Golkar dan para seniman Surakarta yang ikut berpartisipasi dalam pemilihan ini. Masyarakat mengalami banyak perubahan setelah pemilihan umum tahun 1971, salah satunya kehidupan bagi kepercayaan masyarakat itu sendiri yang lebih diakui. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemilihan umum tahun 1971 yang diikuti oleh sepuluh peserta saling bersaing dengan strateginya masing-masing. Budaya patron client di Surakarta menjadi salah satu faktor penting dalam strategi untuk perolehan suara selama kampanye. Proses kampanye yang berlangsung selama dua bulan ini terdapat kecurangan dan bentuk intimidasi dari pemerintah. Bentuk kecurangan tersebut menimbulkan adanya aksi golput yang ingin menegakkan hak asasi manusia pada saat pemilihan umum. Aksi golput bertolak belakang dengan kehidupan para seniman di Surakarta yang justru banyak mendapat tawaran sesuai dengan kepentingan partai, selain itu kepercayaan masyarakat mengenai aliran kebathinan menjadi lebih diakui. Perolehan suara pada pemilu tahun 1971 memunculkan empat partai besar yakni Golkar, NU, PNI dan Parmusi. Perolehan suara ini dimenangkan oleh Golkar dan wilayah Surakarta sendiri anggota yang bisa lolos ke DPR Pusat hanya berasal dari Partai NU dan Golkar. Kata Kunci : konstelasi politik di Surakarta, Pemilihan umum tahun 1971 di Surakarta.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 18 May 2016 15:08
    Last Modified: 18 May 2016 15:08
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26190

    Actions (login required)

    View Item