EKSTRAKSI SAPONIN DARI DAUN BUNGA SEPATU (Hibiscus RosaSinensis L) SEBAGAI AGENSIA PEMBUSA DAN ZAT ANTIBAKTERI ALAMI PADA DETERJEN DALAM RANGKA MENGURANGI PENCEMARAN AIR

Widianingrum, Winda Mega and Estiningrum, Wahidah and Nurisah, Reti Prabaraita and Nuriyana, Dana (2016) EKSTRAKSI SAPONIN DARI DAUN BUNGA SEPATU (Hibiscus RosaSinensis L) SEBAGAI AGENSIA PEMBUSA DAN ZAT ANTIBAKTERI ALAMI PADA DETERJEN DALAM RANGKA MENGURANGI PENCEMARAN AIR. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (115Kb) | Preview

    Abstract

    Dewasa ini, banyak terjadi pencemaran air khususnya air sungai. Hal tersebut salah satunya dikarenakan limbah rumah tangga seperti deterjen. Deterjen mengandung bahan aditif seperti Alkyl Benzena Sulfonate (ABS) dan Linear Alkyl Sulfonate (LAS) yaitu suatu agensia pembusa sintetis yang dapat mencemari air serta mengganggu ekosistem di perairan karena sukar terurai oleh mikroorganisme dalam air. Zat aditif sintetis lain yang terdapat pada deterjen yaitu triklosan, suatu zat antibakteri. Namun penggunaan jangka panjang antibakteri ini menyebabkan bakteri menjadi resisten. Padahal, berbagai macam penyakit timbul akibat adanya infeksi bakteri terutama oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Eshericia coli yang dapat menyebabkan infeksi ringan hingga akut. Hal tersebut dikarenakan masyarakat kurang menjaga kebersihan. Salah satunya pakaian, karena bakteri tersebut bisa menempel pada kain atau pakaian. Untuk itu, diperlukan bahan aditif pengganti yang lebih aman dan tepat guna. Bahan aditif untuk deterjen bisa diperoleh dari bahan alam misalnya senyawa saponin. Senyawa saponin merupakan senyawa metabolit sekunder yang banyak terdapat pada tumbuhan seperti daun bunga sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis L). Senyawa tersebut memiliki kemampuan antibakteri, serta mampu membentuk busa stabil bila dilarutkan dalam air. Berdasarkan hal tersebut, senyawa saponin dapat menggantikan zat aditif sintetis pada deterjen sebagai agensia pembusa sekaligus zat antibakteri. Senyawa saponin diperoleh dengan cara mengumpulkan daun bunga sepatu lalu diiris dan dikeringkan. Setelah itu dibuat simplisia (serbuk sampel) dari daun bunga sepatu lalu melakukan uji pendahuluan pada serbuk sampel tersebut. Serbuk diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol. Filtrat dari hasil maserasi diuapkan menggunakan rotary evaporator agar menjadi ekstrak kental. Dari ekstrak kental yang diperoleh, diekstraksi saponinnya menggunakan ekstraksi caircair dan diuapkan kembali dengan rotary evaporator. Setelah itu mengidentifikasi senyawa saponin menggunakan Kromatografi Lapis Tipis dan spektrofotometri UVVis. Lalu ekstrak saponin yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya sebelum diaplikasikan pada deterjen. Langkah berikutnya adalah pembuatan deterjen dengan berbagai macam variabel seperti perbedaan konsentrasi saponin untuk pembuatan deterjen. Setelah itu dilakukan uji kestabilan busa dan penentuan konsentrasi optimum saponin agar terbentuk busa yang stabil serta uji aktivitas antibakterinya lagi. Pengujian antibakteri terhadap bakteri S.aureus dan E.coli dilakukan dengan metode difusi sumuran lalu mengukur KHM (Konsentrasi Hambat Minimum). Hasil penelitian diperoleh deterjen dengan standar sesuai pada umumnya serta memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri gram positif seperti S.aureus serta gram negatif seperti E.coli. Dengan digantikannya zat aditif sintesis pada deterjen kita dapat mengurangi angka pencemaran air serta meminimalisasi timbulnya penyakit akibat infeksi bakteri.

    Item Type: Other
    Subjects: Q Science > QD Chemistry
    Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kimia
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 16 May 2016 11:57
    Last Modified: 16 May 2016 11:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26108

    Actions (login required)

    View Item