PANALISIS TEKNIK DAN KUALITAS TERJEMAHAN KALIMAT YANG MEREPRESENTASIKAN TUTURAN MENGANCAM MUKA NEGATIF PADA THE ADVENTURES OF SHERLOCK HOLMES

DWI AGUSTINA, MAFTUCHAH (2016) PANALISIS TEKNIK DAN KUALITAS TERJEMAHAN KALIMAT YANG MEREPRESENTASIKAN TUTURAN MENGANCAM MUKA NEGATIF PADA THE ADVENTURES OF SHERLOCK HOLMES. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1429Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis penerjemahan kalimat yang merepresentasikan tuturan mengancam muka negatif pada The Adventures ofSherlock Holmes beserta terjemahannya, (2) menganalisis teknik yang digunakan dalam penerjemahan dan (3) menganalisis keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan terjemahan tuturan mengancam muka negative pada The Adventures of Sherlock Holmes dilihat dari teknik penerjemahan yang digunakan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif terpancang untuk kasus tunggal. Data yang berupa tuturan diambil dari kumpulan cerita pendek TheAdventures of Sherlock Holmes beserta terjemahannya. Data yang berupa informan terkumpul dari rater yang menilai keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan terjemahan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan analisis dokumen dan focus group discussion. Hasil Penelitiandari 165 data tuturan, teridentifkasi terdapat 21 jenis tuturan mengancam muka negatif, yang dibagi menjadi tuturan yang dikemukakan oleh penutur dan mitra tutur. Tuturan yang dikemukakan oleh penutur beserta jenis speech act antara lain: direktif bertanya 52%, memerintah 9,4%, meminta 8,4%, memperingatkan 6,7%, menantang 1,8%, memaksakan kehendak 0,9% dan mengundang 0,9%. Asertif menyangkal 0,9%. Komisif mengancam 4,8% dan berjanji 1,9%. Ekspresif mengejek (mocking) 5,7%, meminta maaf 3,8%, mengeluh 1,9% dan menghina(insulting) 0,9%. Selanjutnya tuturan yang dikemukakan oleh mitra tutur atau speaker 2 antara lain: direktif memohon 6%, menantang 1,7%, dan meminta 1,7%. Ekspresif mengeluh 21%, menghina(insulting) 6%, meminta maaf 3,4%, menyesal 1,7%, mengumpat 1,7%. xvi Komisif mengancam 10%, menolak (refusing) 105, berjanji 6%, dan menolak (rejecting) 6%. Asertif menjawab 13,5%, menyangkal 6,8% dan meledek 1,7%. Ada 15 teknik penerjemahan yang digunakan dalam penelitian ini dan teridentifikasi sebanyan 1028 teknik penerjemahan yang muncul, antara lain: padanan lazim 26,5%, variasi, 23,63%, reduksi 19%, amplifikasi 12,5%, adaptasi 3,7%, transposisi 3,2%, peminjaman murni 2,7%, kreasi diskursif 2%, kompresi linguistik1,8%, modulasi 1,6%, kompensasi 1,6%, generalisasi 1,07%, harfiah 0,4%, peminjaman naturalisasi 0,2%, amplifikasi linguistik 0,1%. Dari 165 data, 80,7% data diterjemahkan secara akurat, 15,7% kurang akurat dan 3,6% tidak akurat. Selanjutnya, terdapat 74,5% data dinyatakan berterima, 25% kurang berterima dan 0,5% tidak berterima. Sedangkan untuk tingkat keterbacaan sebanyak 99,4% dinyatakan memiliki keterbacaan tinggi dan 0,6% memiliki keterbacaan sedang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan 15 teknik penerjemahan berdampak positif pada kualitas terjemahannya. Teknik yang memberi dampak positif pada tingkat keakuratan: teknik padanan lazim, amplifikasi, reduksi, peminjaman murni, kompensasi, adaptasi, dan kompresi linguistik. Adapun teknik yang memberi dampak negatif pada kualitas terjemahan adalahteknik harfiah dan kreasi diskursif. Kata kunci: tindak tutur, tuturan mengancam muka negatif, teknik penerjemahan, keakuratan, keberterimaan, keterbacaan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: eky putri
    Date Deposited: 15 May 2016 20:01
    Last Modified: 15 May 2016 20:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26093

    Actions (login required)

    View Item