KEDUDUKAN ANAK SERTA PEMBAGIAN HARTA KEKAYAAN ATAS PEMBATALAN PERKAWINAN (Putusan Sengketa antara Jessica Iskandar dengan Ludwig Franz Willibald di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 586/Pdt.G/2014/PN Jaksel)

PUTRI M C, MONICA (2016) KEDUDUKAN ANAK SERTA PEMBAGIAN HARTA KEKAYAAN ATAS PEMBATALAN PERKAWINAN (Putusan Sengketa antara Jessica Iskandar dengan Ludwig Franz Willibald di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 586/Pdt.G/2014/PN Jaksel). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (801Kb) | Preview

    Abstract

    Monica Putri M.C. 2016. E0012253. KEDUDUKAN ANAK SERTA PEMBAGIAN HARTA KEKAYAAN ATAS PEMBATALAN PERKAWINAN (Putusan Sengketaantara Jessica Iskandar dengan Ludwig Franz Willibald di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 586/Pdt.G/2014/PN Jaksel). Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sevelas Maret. Penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji permasalahan dalam kasus pembatalan perkawinan anatara Jessica Iskandar dengan Ludwig Franz Willibald, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum dari perkawinan yang dibatalkan terkait dengan kedudukan hukum anak serta hak waris anak dan pembagian harta kekayaan dari pembatalan perkawinan. Untuk menganalisis permasalahan tersebut penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif, yaitu dengan menganalisis tentang pembatalan perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bersifat preskriptif. Pendekatan penulisan yang digunakan dalam penulisan hukum (skripsi) ini adalah pendekatan perundang-undangan dan Pendekatan Konsetual. Jenis data sekunder meliputi bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data studi kepustakaan melalui bahan pustaka, media cetak, media elektronik, dan cyber media (internet), selanjutnya teknik analisis yang digunakan adalah metode induktif, deduktif, dan komparatif. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan anak dalam pembatalan perkawinan Jessica Iskandar hanya memiliki hubungan perdata dan hanya memiliki hak waris dari Ibu karena merupakan anak yang tidak sah, namun berdasarkan keputusan Mahkamah Kontitusi (MK) Nomor 46/PUU-VIII/2010 yang memiliki pemahaman tersendiri terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, anak yang lahir di luar perkawinan disamakan kedudukannya dengan anak yang lahir sah menurut Undang-Undang. Sehingga, anak dalam pembatalan perkawinan Jessica Iskandar memiliki hubungan perdata dengan Ayah biologisnya dan keluarga ayahnya, yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah. Dikarenakan menurut putusan Mahkamah Kontitusi (MK) Nomor 46/PUU-VIII/2010 memiliki hubungan perdata dengan ayah, maka anak tidak sah tersebut juga memiliki hak waris dari ayahnya. Sedangkan untuk permasalahan pembagian harta kekayaan, dikarenakan perkawinan antara Jessica Iskandar dengan Ludwig Franz Willibald dari awal tidak sah secara agama juga secara hukum maka perkawinan tersebut tidak pernah terjadi, sehingga tidak ada pembagian harta bersama yang ada hanya harta bawaan masing-masing pihak, dan harta perolehan. Kata Kunci: Perkawinan Tidak Sah, Pembatalan Perkawinan, Akibat Hukum

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: fauzi ahmad
    Date Deposited: 15 May 2016 16:22
    Last Modified: 15 May 2016 16:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26087

    Actions (login required)

    View Item