TAMAN KELINCI SEBAGAI WAHANA REKREASI DAN EDUKASI DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KARANGANYAR

NIRMALASARI, DINDHA (2016) TAMAN KELINCI SEBAGAI WAHANA REKREASI DAN EDUKASI DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KARANGANYAR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (349Kb) | Preview

    Abstract

    Abstrak: Kelinci merupakan mamalia yang diklasifikasikan ke dalam ordo Lagomorpha. Kelinci memiliki banyak potensi dan manfaat, namun hingga kini belum banyak yang mengembangkannya. Kelinci masuk kedalam jenis hewan kosmopolit yang mudah beradaptasi. Kabupaten Karanganyar adalah salah satu contoh daerah yang terdapat usaha pengembangan peternakan kelinci. Pengembangan peternakan kelinci di Kabupaten Karanganyar masih minim, hanya sebatas peternakan dan kemudian menjadi komoditi pemasaran daging, potensi kelinci yang lain belum terekspos secara maksimal. Melalui catatan dinas peternakan Kabupaten Karanganyar, masyarakat di Kecamatan Tawangmangu pernah mengalami kegagalan dalam beternak kelinci. Sejalan dengan minimnya pengembangan potensi kelinci di Kabupaten Karanganyar, heterogenitas wahana pariwisata Kabupaten Karanganyar termasuk minim, Pemerintah Kabupaten Karanganyar merencanakan wahana wisata yang bersifat rekreasi dan edukasi, sehingga bermanfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak. Wahana rekresi edukasi tersebut direncanakan dapat memberikan pengalaman belajar secara nonformal. Maka, dari fenomena tersebut direncanakan Taman Kelinci sebagai wahana rekreasi dan edukasi sebagai wadah pengembangan potensi kelinci secara menyeluruh. Taman Kelinci tersebut direncanakan dengan pengaplikasian metode desain Arsitektur Berkelanjutan karena dalam Arsitektur Berkelanjutan sendiri mencakup aspek simbiosis antar lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya. Terwujudnya Obyek Rancang Bangun yang menjadi pemenuhan atas ekonomi manusia, aspek lingkungan, sosial dan budaya menjadi tidak dikesampingkan. Pengadaan Taman Kelinci ini merupakan upaya untuk mengembangkan potensi kelinci yang lebih memiliki daya tarik kunjungan wisatawan. Pengembangan potensi kelinci ini direncanakan dapat mewadahi 4 aspek kegiatan, yaitu edukasi, rekreasi, koservasi dan pemasaran.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Arsitektur
    Depositing User: eky putri
    Date Deposited: 14 May 2016 21:44
    Last Modified: 14 May 2016 21:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26079

    Actions (login required)

    View Item