Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Tradisi Singo Ulung Untuk Meningkatkan Sikap Gotong Royong Peserta Didik SMAN Grujugan Kabupaten Bondowoso

T., JEFRI RIESKI (2016) Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Tradisi Singo Ulung Untuk Meningkatkan Sikap Gotong Royong Peserta Didik SMAN Grujugan Kabupaten Bondowoso. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (133Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Jefri Rieski Triyanto. S861408024. 2016. Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai-Nilai Tradisi Singo Ulung Untuk Meningkatkan Sikap Gotong Royong Peserta Didik SMAN Grujugan Kabupaten Bondowoso. Tesis. Pembimbing I: Dr. Akhmad Arif Musadad, M. Pd. Pembimbing II: Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M. Pd. Progam Studi Magister Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Setiap lokalitas tertentu memiliki perbedaan tradisi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Tradisi lokal syarat dengan ajaran moral dan kearifan yang berguna untuk mengatasi kritis multidimensi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dari nilai kearifan lokal dari tradisi asli bangsa Indonesia sendiri yaitu gotong royong. Sikap gotong royong merupakan tindakan dimana kebutuhan umum akan dinilai lebih tinggi dari kebutuhan individu. Pendidikan merupakan proses internalisasi gagasan, nilai, dan seperangkat pengetahuan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Maka dari itu, setiap lembaga pendidikan memiliki peran untuk menanamkan nilai-nilai tradisi lokal kepada peserta didik. Penelitian ini diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan sikap gotong royong peserta didik dengan meneladani nilai-nilai gotong royong dalam tradisi Singo Ulung. Desain pengembangan model pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai tradisi Singo Ulung disusun berdasarkan prosedur ADDIE yang terdiri dari lima langkah. Secara garis besar lima tahapan dalam penelitian tersebut meliputi studi pendahuluan, pengembangan model pembelajaran, dan uji efektifitas model pembelajaran. Analisis data kelayakan model menggunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 5, sedangkan uji efektivitas model menggunakan uji T Independent Sample T Test pada progam SPSS 19. Pada Uji T untuk tes prestasi diperoleh nilai sebesar 2,637 dengan taraf signifikansi 0,012 < 0,025, artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap model yang dikembangkan serta menunjukkan bahwa rerata kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Uji T untuk penilaian sikap gotong royong diperoleh nilai sebesar 2,649 dengan taraf signifikansi 0,011 < 0,025, sehingga dapat disimpulkan rerata kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Dengan demikian, model pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai tradisi Singo Ulung efektif untuk meningkatkan prestasi dan sikap gotong royong peserta didik. Kata Kunci : nilai tradisi lokal, pengembangan model, gotong royong ABSTRACT Jefri Rieski Triyanto. S861408024. 2016. Model Teaching History Based On The Traditional Values Singo Ulung To Increase Mutual Cooperatif Attitude Students In Senior High School Of Grujugan Bondowoso. Thesis. First Counselor: Dr. Akhmad Arif Musadad, M. Pd., Second Counselor: Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M. Pd. Master of History Education Study Progam, Faculty of Education and Teacher Training. Sebelas March Surakarta University. Every particular locality has different traditions in accordance with their respective characteristics. Local tradition terms with the moral teachings and wisdom that is useful to address the multidimensional critical encountered in everyday life. One of the values of local wisdom traditions of indigenous peoples in Indonesia itself, namely mutual cooperation. The attitude of mutual cooperation is an act in which the public needs to be rated higher than the needs of the individual. Education is a process of internalization of ideas, values, and a set of knowledge from one generation to the next. Therefore, each institution has a role to instill the values of local tradition to the learners. This research is expected to grow and increase mutual cooperation attitudes of learners by imitating the values of mutual cooperation in the tradition of Singo Ulung. Design-based learning model development history of traditional values Singo Ulung compiled based ADDIE procedure that consists of five steps. Broadly speaking, the five stages in the study include preliminary studies, development of learning models, and test the effectiveness of the learning model. Feasibility data analysis model using a Likert scale ranging from 1 to 5, while the effectiveness test model using T Test Independent Sample T Test in SPSS 19 program. At T Test to test the achievements obtained a value of 2.637 with a significance level of 0.012 < 0.025, meaning that there is a significant impact on the model that was developed and experiments showed that the average grade is better than the control class. T test for the assessment of the attitude of mutual cooperation obtained a value of 2.649 with a significance level of 0.011 <0.025, so it can be concluded mean experimental class better than the control class. Thus, the history of the learning model based on traditional values Ulung Singo effective to improve the performance and attitude of mutual cooperation learners. Keywords: value local traditions, model development, mutual cooperation

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Sejarah - S2
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 13 May 2016 19:05
    Last Modified: 13 May 2016 19:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26012

    Actions (login required)

    View Item