Budidaya tanaman obat rosella merah (Hibiscus sabdariffa L) dan pemanfaatan senyawa metabolis sekundernya di PT. Temu Kencono, Semarang

Wijayanti , Puspita (2010) Budidaya tanaman obat rosella merah (Hibiscus sabdariffa L) dan pemanfaatan senyawa metabolis sekundernya di PT. Temu Kencono, Semarang. Other thesis, UNS.

[img] PDF
Download (336Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Praktek Magang ini bertujuan untuk mengetahui budidaya tanaman obat rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) untuk produksi benih dan kelopak bunga yang dapat digunakan sebagai terapi pengobatan herbal. Pelaksanaan magang pada tanggal 17 Februari sampai dengan 25 Maret 2010 di PT. TEMU KENCONO, Semarang. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam praktek magang ini adalah metode dasar, metode pengumpulan data, metode analisis data, pelaksanaan kegiatan magang, dan studi pustaka. Pengambilan lokasi praktek magang adalah disesuaikan dengan kajian yakni budidaya tanaman obat rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) untuk produksi benih dan kelopak rosella merah di PT. TEMU KENCONO Gunung Pati, Semarang karena merupakan salah satu produsen benih tanaman obat sekaligus berperan sebagai Balai Pengobatan Herbal. Dilihat dari segi kondisi tanah dan peralatan yang dimiliki PT. TEMU KENCONO secara umum sudah cukup baik untuk melakukan budidaya tanaman obat. Budidaya tanaman obat rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) untuk produksi benih dan kelopak rosella merah meliputi pengolahan tanah, pemilihan bahan tanam, pengairan, pemupukan, penanaman, pemeliharaan, penanganan hama penyakit, panen dan pasca panen. Proses pengolahan benih dan kelopak rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) meliputi seleksi buah, ekstraksi, perlimbangan, pengeringan, sertifikasi benih, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran. Untuk mendapatkan bahan baku herbal yang berkualitas dan memiliki kandungan metabolis sekunder yang tinggi perlu adanya perlakukan setiap kegiatan secara detail dan sesuai prosedur akar senyawa metabolis sekunder yang berkhasiat sebagai obat tidak rusak bahkan sampai hilang. Hal ini disebabkan apabila terjadi ketidaksesuaian prosedur akan mengakibatkan senyawa metabolis sekundernya rusak bahkan hilang. Hasil analisis usaha budidaya tanaman obat rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) untuk produksi benih dan kelopak rosella merah per 1500 m2 (selama 3 bulan) di PT. TEMU KENCONO Semarang diperoleh Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) sebesar 2,16 menunjukkan bahwa usaha budidaya tanaman obat rosella merah (Hibiscus sabdariffa L.) ini layak dijalankan karena nilai R/C ratio lebih dari satu berarti usaha tersebut dapat memberikan keuntungan. Kata Kunci: Budidaya Tanaman Obat Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L.) Untuk Produksi Benih dan Kelopak di PT. TEMU KENCONO Gunnung Pati, semarang ABSTRACT Practice of Magang this aim to to know crop conducting of medicinize red rosella (Hibiscus sabdariffa L.) for the production of flower calyx and seed able to be used as by therapy medication of herb. Execution of magang on 17 Februari up to 25 March 2010 in PT. TEMU KENCONO, Semarang. used execution method in practice this magang is basic method, data collecting method, method analyse data, execution activity of magang, and book study. Intake of location practice magang is adapted for study namely crop conducting medicinize red rosella (Hibiscus sabdariffa L.) for the production of calyx and seed of rosella red in PT. TEMU KENCONO Gunung Pati, Semarang because representing one of the crop seed producer medicinize at the same time personate Clinical Centre Herb. It’s seen from facet of is condition of equipments and land;ground had by PT. TEMU KENCONO in general have good enough to do drug crop conducting. Crop conducting medicinize red rosella (Hibiscus sabdariffa L.) for the production of calyx and seed of rosella red cover processing of land;ground, election of materials plant, irrigating, fertilization, cultivation, conservancy, handling of disease pest, and crop of pasca crop. Process processing of calyx and seed of rosella red (Hibiscus sabdariffa L.) covering fruit selection, ekstraksi, paning, draining, seed sertifikasi, packaging, depository, and marketing. To get herb raw material which with quality and have content of metabolis high sekunder need the existence of treating each;every activity in detail and according to procedure grow on compound of metabolis sekunder which is use as drug do not destroy even lose. This matter is caused in the event of inappropriate of procedure will result compound of metabolis its destroy even lose. Result of analysis of[is effort crop conducting medicinize red rosella (Hibiscus sabdariffa L.) for the production of calyx and seed of rosella red per 1500 m2 ( during 3 months) in PT. TEMU KENCONO Semarang obtained by Revenue Cost Ratio ( R / Ratio c) equal to 2,16 indicating that the effort crop conducting medicinize red rosella (Hibiscus sabdariffa L.) this competent run by because value of R/C ratio more than one meaning the the effort can give advantage. Keyword: Conducting Crop Medicinize Red Rosella ( Hibiscus Sabdariffa L.) For the Production of Seed and Calyx [in] PT. ENCOUNTER KENCONO Gunnung Extract, semarang.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SD Forestry
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: Unnamed user with username anggit
    Date Deposited: 25 Nov 2010 20:43
    Last Modified: 25 Nov 2010 20:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/260

    Actions (login required)

    View Item