PEMBUATAN KOMPOSIT KITOSAN/CLAY/SERAT SELULOSA LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI MATERIAL ADSORBEN LIMBAH ZAT WARNA INDUSTRI BATIK

Kurnia, and Rizki, Vanani Nur and Nurhayati, Betty (2016) PEMBUATAN KOMPOSIT KITOSAN/CLAY/SERAT SELULOSA LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI MATERIAL ADSORBEN LIMBAH ZAT WARNA INDUSTRI BATIK. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (93Kb) | Preview

    Abstract

    Perkembangan industri batik di Indonesia kini kian meningkat, akan tetapi, perkembangan tersebut menimbulkan dampak negatif, yaitu tercemarnya sumber air bersih atau daerah perairan di sekitar industri batik dari pembuangan limbah warna batik. Salah satu metode yang murah, mudah dan efektif dalam menanggulangi masalah tersebut adalah metode adsorbsi. Dewasa ini, proses adsorbsi dapat dilakukan secara fisika atau kimia. Untuk meningkatkan kinerja dari proses adsorbsi maka pada penelitian ini akan dikembangkan suatu material yang dapat melakukan proses adsorbsi baik secara kimia maupun secara fisika. Selain itu, pada penelitian ini juga menggunakan material berupa kitosan dari limbah cangkang kepala udang, serat selulosa dari limbah tandan kosong kelapa sawit, dan lempung alam bentonit. Penggunaan ketiga limbah tersebut merupakan inovasi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai guna dari material tersebut. Kombinasi filler serat selulosa dan lempung alam pada kitosan, diperkirakan akan meningkatkan kemampuan adsorbsi limbah warna batik. Dikarenakan, kedua material tersebut dilaporkan memiliki kemampuan adsorbsi yang baik. Pada penelitian ini, metode casting solution digunakan dalam pembuatan adsorben komposit kitosan/serat selulosa/bentonit (Cs/TKKS/Ben). Sedangkan metode adsorbsinya, menggunakan metode alir dengan variasi waktu adsorbsi 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 menit. Untuk mengetahui performa dari proses adsorbsi maka dilakukan beberapa pengujian yaitu pengujian dengan menggunakan instrument spektroskopi UV-Vis (Ultra violet-visible), SAA (Surface Area Analyzer), FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan SEM (Scanning Electron Microscopy). Dari hasil penelitian ini diharapkan akan mampu menghasilkan material komposit Cs/TKKS/Ben yang mudah, murah, serta memiliki daya adsorbsi zat warna yang lebih tinggi dibandingkan dengan kitosan, serat selulosa, dan bentonit biasa. Sehingga permasalahan pencemaran air bersih akibat limbah zat warna industri batik dapat terpecahkan.

    Item Type: Other
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
    Divisions: UNSPECIFIED
    Depositing User: khoirun nisa
    Date Deposited: 13 May 2016 10:59
    Last Modified: 13 May 2016 10:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25994

    Actions (login required)

    View Item