Pengaruh Kalsitriol Terhadap Nilai VEP1% Dan Kadar IL-5 Plasma Pada Asma

Nurwidiasih, Dyah (2016) Pengaruh Kalsitriol Terhadap Nilai VEP1% Dan Kadar IL-5 Plasma Pada Asma. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (166Kb) | Preview

    Abstract

    Dyah Nurwidiasih. (S501008022). 2015. Pengaruh Kalsitriol terhadap Nilai VEP1% dan Kadar IL-5 Plasma pada Asma. Tesis. Supervisor I: Prof. Dr. Suradi, dr. SpP(K).MARS. II: dr. Yusup Subagio Sutanto, dr. SpP(K). Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang: SalaDyah Nurwidiasih. (S501008022). 2015. Pengaruh Kalsitriol terhadap Nilai VEP1% dan Kadar IL-5 Plasma pada Asma. Tesis. Supervisor I: Prof. Dr. Suradi, dr. SpP(K).MARS. II: dr. Yusup Subagio Sutanto, dr. SpP(K). Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang: Salah satu tujuan jangka panjang penatalaksanaan Asma untuk mencapai kontrol gejala yang baik dan meminimalkan risiko eksaserbasi di masa mendatang. Pendekatan pencapaian kontrol Asma dilakukan melalui terapi medikamentosa yaitu pengobatan pengendali (controller), pelega (reliever), dan terapi suplementasi yaitu vitamin D. Vitamin D yang digunakan adalah kalsitriol (1,25[OH]2D3), bentukan aktif vitamin D. Peran suplementasi vitamin D pada Asma melalui beberapa cara, yakni imunomodulator, antiviral dan antimikroba, meningkatkan respons steroid, dan menurunkan atopi. Beberapa penelitian pengaruh kalsitriol telah dilakukan dengan hasil penelitian yang berbeda. Biomarker dalam penegakkan diagnosis asma secara tepat dan cepat telah banyak dikenal, diantaranya adalah IL-5. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian vitamin D terhadap VEP1% dan kadar IL-5 plasma pada penderita Asma tidak dalam eksaserbasi. Metode: jenis penelitian uji klinis eksperimental dengan rancangan group pretest - posttest. Sampel penelitian adalah penderita Asma yang tidak dalam eksaserbasi di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta mulai tanggal 25 September 2015 hingga 31 Oktober 2015. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Besar sampel 32 pasien dibagi menjadi 16 pasien sebagai kelompok perlakuan (diberikan kalsitriol) dan 16 pasien sebagai kelompok kontrol (diterapi Asma). Hasil: pemberian kalsitriol meningkatkan nilai VEP1% namun tidak berpengaruh secara signifikan (78,086,35 vs 77,805,74; p=0,89) dan secara signifikan menurunkan kadar IL-5 plasma (0,180,15 vs 0,620,56; p=0,002). Simpulan: pemberian kalsitriol pada pasien asma dapat meningkatkan nilai VEP1%, meskipun tidak signifikan, serta menurunkan kadar IL-5 plasma. Kata Kunci: Kalsitriol, Asma, VEP1%, Interleukin-5h satu tujuan jangka panjang penatalaksanaan Asma untuk mencapai kontrol gejala yang baik dan meminimalkan risiko eksaserbasi di masa mendatang. Pendekatan pencapaian kontrol Asma dilakukan melalui terapi medikamentosa yaitu pengobatan pengendali (controller), pelega (reliever), dan terapi suplementasi yaitu vitamin D. Vitamin D yang digunakan adalah kalsitriol (1,25[OH]2D3), bentukan aktif vitamin D. Peran suplementasi vitamin D pada Asma melalui beberapa cara, yakni imunomodulator, antiviral dan antimikroba, meningkatkan respons steroid, dan menurunkan atopi. Beberapa penelitian pengaruh kalsitriol telah dilakukan dengan hasil penelitian yang berbeda. Biomarker dalam penegakkan diagnosis asma secara tepat dan cepat telah banyak dikenal, diantaranya adalah IL-5. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian vitamin D terhadap VEP1% dan kadar IL-5 plasma pada penderita Asma tidak dalam eksaserbasi. Metode: jenis penelitian uji klinis eksperimental dengan rancangan group pretest - posttest. Sampel penelitian adalah penderita Asma yang tidak dalam eksaserbasi di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta mulai tanggal 25 September 2015 hingga 31 Oktober 2015. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Besar sampel 32 pasien dibagi menjadi 16 pasien sebagai kelompok perlakuan (diberikan kalsitriol) dan 16 pasien sebagai kelompok kontrol (diterapi Asma). Hasil: pemberian kalsitriol meningkatkan nilai VEP1% namun tidak berpengaruh secara signifikan (78,086,35 vs 77,805,74; p=0,89) dan secara signifikan menurunkan kadar IL-5 plasma (0,180,15 vs 0,620,56; p=0,002). Simpulan: pemberian kalsitriol pada pasien asma dapat meningkatkan nilai VEP1%, meskipun tidak signifikan, serta menurunkan kadar IL-5 plasma. Kata Kunci: Kalsitriol, Asma, VEP1%, Interleukin-5

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 12 May 2016 13:21
    Last Modified: 12 May 2016 13:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25986

    Actions (login required)

    View Item