“ “CASHEWDOL”(CASHEW DODOL) Menyelamatkan Buah Jambu Mete yang Terbuang di Desa Tanjungsari Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri. ”

Rahmawati, Gresia and Marfu’ah R, Ismiati and Nikmaturohmah, Lilik and Imawati, Anggarda Paramita and Rahmawati, Aulia (2016) “ “CASHEWDOL”(CASHEW DODOL) Menyelamatkan Buah Jambu Mete yang Terbuang di Desa Tanjungsari Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri. ”. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (195Kb) | Preview

    Abstract

    CashewDol atau Dodol Jambu Mete yang kaya akan vitamin C merupakan salah satu inovasi untuk memanfaatkan buah mete yang banyak dibuang di salah satu sentra kacang mete terbesar di Indonesia yaitu kecamatan Jatisrono khususnya di Desa Tanjungsari. Produk ini nantinya diharapkan dapat menjadi oleh-oleh khas Jatisrono. Pengetahuan mayarakat yang rendah mengenai pengolahan jambu mete membuat buah yang mengandung vitamin C tiga kali lipat jeruk ini tidak dikembangkan. Kandungan tanin dan rasa asam dan sepat buah ini dianggap membatasi pemanfaatan jambu mete, sehingga buah yang sebenarnya merupakan tangkai buh mete ini banyak dibuang. Kabupaten Wonogiri merupakan kabupaten yang menyuplai 78 persen kacang mete di Indonesia. Potensi tersebut tidak dimiliki daerah lain, karenanya mete merupakan penyangga utama perekonomian di Wonogiri. Iklim dan tanah yang kering membuat tanaman pangan seperti padi mengalami banyak gangguan dan hasilnya tidak maksimal, sehingga mete merupakan komuditas yang sangat diperhatikan. Harga yang tinggi dan stabil semakin menjadikan mete sebagai sumber pendapatan utama mayarakat. Pemanfaatan buah mete selama ini hanya pada kacangnya sehingga potensi buah semunya belum optimal. Teknologi pengolahan buah mete menjadi dodol belum banyak diketahui oleh masyarakat setempat, untuk itu diperlukan sosialisasi dan pelatihan sehingga dapat menghasilkan produk yang menjadi andalan kedua setelah kacang mete dan menambah penghailan mayarakat setempat. Teknologi yang digunakan dalam pengolahan jambu mete ini adalah patereusasi yang ukup efektif untuk menghilangkan kandungan tanin yang menyebabkan rasa gatal saat dikonsumsi. Sosialisasi dan pelatihan untuk pengolahan jambu mete sudah beberapa kali dilakukan di kecamatan Jatisrono, namun soialiasi dan pelatihan tersebut hanya mengajarkan bagaimana mengolah dan menjadikan produk. Dodol Jambu Mete tidak hanya akan memberika sosialisasi dan pelatihan namun juga membantu pemasaran mulai dari memberi merek, kemasan, mencari pasar dan promosi. Kata kunci: Jambu mete, dodol, nilai tambah.

    Item Type: Other
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: bibid widodo
    Date Deposited: 11 May 2016 00:15
    Last Modified: 11 May 2016 00:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25940

    Actions (login required)

    View Item