Pengaruh Panjang Sambungan Lewatan Baja PolosSepanjang 300 mm, 325 mm, 350 mm Pada Balok Beton Bertulang Dengan Mutu Beton Normal Terhadap Kuat Lentur Maksimum

WIRASTUTI, KARTIKA (2016) Pengaruh Panjang Sambungan Lewatan Baja PolosSepanjang 300 mm, 325 mm, 350 mm Pada Balok Beton Bertulang Dengan Mutu Beton Normal Terhadap Kuat Lentur Maksimum. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (457Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Kartika Wirastuti, 2016, Pengaruh Panjang Sambungan Lewatan Tulangan Baja Polos Sepanjang 300 mm, 325 mm, dan 350 mm pada Balok Beton Bertulang dengan Mutu Beton Normal Terhadap Kuat Lentur Maksimum, Skripsi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Beton sering dipilih karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mempunyai banyak kelebihan diantaranya adalah ekonomis, mampu menerima kuat tekan dengan baik, awet, mudah dikerjakan dengan cara mencampur semen, agregat, air dan bahan tambahan lain bila diperlukan dengan perbandingan tertentu. Tetapi beton juga memiliki kelemahan yaitu memiliki kuat tarik yang rendah. Maka beton pada elemen struktur bangunan seperti balok harus diberi penulangan lentur untuk menahan gaya tarik yang terjadi pada balok. Tulangan baja diproduksi dengan panjang yang standar, pada umumnya panjang tulangan normal adalah 12 meter. Untuk balok dan pelat yang menerus dengan banyak bentang, tidaklah praktis dalam pelaksanaan apabila tulangan sepanjang 12 meter digunakan langsung, maka diperlukan sambungan lewatan tulangan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk balok dengan ukuran 80 x 120 x 1100 mm. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi panjang sambungan. Panjang Sambungan lewatan yang digunakan adalah 300 mm , 325 mm, 350 mm, dan balok tanpa sambungan lewatan ( balok referensi ). Pengujian menggunakan alat uji kuat lentur (Bending Machine Test). Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan menghitung Momen saat runtuh (maximum) menggunakan program Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini adalah nilai momen maksimum yang naik sedikit demi sedikit dan mulai stabil setelah panjang sambungan 300 mm. Nilai momen maksimum terbesar terjadi pada balok referensi dengan momen maksimum 4,700 kN-m, sedangkan untuk balok yang diberi sambungan lewatan 300 mm, 325 mm, dan 350 mm, hasil momen maksimumnya berturut-turut adalah 3,679 kN-m; 3,825 kN-m; dan 3,825 kN-m. Kata kunci : Panjang Sambungan Lewatan, Kuat Lentur Maksimum, Momen Maksimum.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: fauzi ahmad
    Date Deposited: 10 May 2016 19:32
    Last Modified: 10 May 2016 19:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25906

    Actions (login required)

    View Item