TNDAK TUTUR DAN PRINSIP KERJASAMA DALAM PROSES JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL SURAKARTA

Sari, Ririn Linda Tunggal (2016) TNDAK TUTUR DAN PRINSIP KERJASAMA DALAM PROSES JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL SURAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (423Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur dan menunjukkan tindak tutur yang dominan berserta alasannya yang terdapat dalam proses jual beli barang di pasar tradisional Surakarta, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan yang terdapat dalam proses jual beli barang di pasar tradisional Surakarta. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah percakapan atau dialog dalam proses jual beli di pasar tradisional Surakarta. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung tindak tutur dan menerapkan prinsip kerja sama beserta konteksnya dalam proses jual beli barang di pasar tradisional Surakarta, seperti pasar Gedhe, Klewer, Ledoksari, Nusukan, Mojosongo. Data tersebut diambil pada bulan November tahun 2012 sampai dengan Maret 2013. Metode penyediaan data yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode simak. Pada praktiknya metode simak diwujudkan dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Adapun teknik dasar dari metode simak yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap. Teknik lanjutan dalam penelitian ini dilakukan setelah teknik dasar. Teknik lanjutan yang digunakan dalam penyediaan data pada penelitian ini berupa teknik simak libat cakap (SLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis means-end. Metode penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini adalah penyajian secara informal dan formal. Dari analisis data dalam proses jual beli di pasar tradisional Surakarta ditemukan 5 jenis tindak tutur yang digunakan oleh penjual ataupun pembeli dalam mengutarakan maksudnya. Tindak tutur tersebut meliputi tindak tutur a) asertif (assertif utterances), b) verdiktif (verdictive utterances), c) direktif (directive utterances), d) komisif (commissive utterances), e) fatis (phatic utterances). Tindak tutur yang paling banyak ditemukan dalam proses jual beli di pasar tradisional di Surakarta, adalah tindak tutur komisif, ditunjukkan dengan 88 data. Berkaitan dengan prinsip kerja sama, dalam proses jual beli di pasar tradisional Surakarta juga ditemukan tindak tutur yang mematuhi prinsip kerja sama dan ada pula yang melanggarnya. Pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam proses jual beli di pasar tradisional Surakarta menunjukkan keseimbangan, yang ditunjukan dengan 95 data berupa bentuk pematuhan prinsip kerja sama dan 95 data berupa bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dari 190 data. Pelanggaran-pelanggaran terhadap prinsip kerja sama tersebut, disebabkan karena penjual atau pembeli bermaksud menunjukkan kesantunan dalam tuturannya supaya tidak menyinggung perasaan lawan tuturnya.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: fifit puspitasar
    Date Deposited: 10 May 2016 14:48
    Last Modified: 10 May 2016 14:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25864

    Actions (login required)

    View Item