KEBERADAAN POPULASI KEONG EMAS (POMACEA SP.) PADA EMPAT SISTEM BUDIDAYA PADI DI DESA JOHO, MOJOLABAN, SUKOHARJO

Widyaningrum, Novika Purnama (2016) KEBERADAAN POPULASI KEONG EMAS (POMACEA SP.) PADA EMPAT SISTEM BUDIDAYA PADI DI DESA JOHO, MOJOLABAN, SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (278Kb) | Preview

    Abstract

    Pertambahan penduduk mendorong permintaan beras terus meningkat. Mengingat pentingnya padi maka setiap faktor yang mempengaruhi tingkat produksinya sangat penting untuk diperhatikan. Organisme pengganggu tanaman penting untuk diperhatikan karena berkaitan langsung dengan produksi padi yang akan dicapai (Suwono 2000). Salah satu OPT yang penyebarannya cukup luas dan banyak merusak pertanaman padi adalah hama siput murbei atau keong emas (Pomacea sp.). Kerusakan yang ditimbulkan keong emas dapat mencapai intensitas 13,2 – 96,5% (Pitojo 1996). Oleh karena itu perlu kajian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh berbagai sistem budidaya terhadap keberadaan populasi keong emas. Sehingga, diharapkan dapat diperoleh suatu teknologi budidaya yang efektif untuk meningkatkan produktivitas padi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai sistem budidaya padi terhadap keberadaan populasi keong emas. Penelitian dilaksanakan di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo mulai bulan Juli hingga November 2013. Terdapat empat lahan sawah yang diamati, yaitu lahan sistem budidaya padi SRI, Tabela, Legowo dan kebiasaan Petani. Setiap lahan diambil 12 ukuran contoh. Pengamatan sampel keong emas menggunakan teknik random sampling dengan unit sampel 1 m x 1 m pada petak sawah ukuran 2500 m2. Pengambilan sampel dilakukan setiap minggu sejak awal pindah tanam sampai 12 MST (Minggu Setelah Tanam). Variabel penelitian terdiri dari populasi kelompok telur keong emas, populasi anakan keong emas, populasi keong emas dewasa, intensitas serangan, dan berat 100 butir gabah. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam berdasarkan uji F taraf 5%, dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kelompok telur keong emas tertinggi yaitu pada sistem budidaya padi SRI 12 MST sebesar 0,5833 kelompok telur/m2. Populasi anakan keong emas tertinggi yaitu pada sistem budidaya padi Legowo 3 MST sebesar 2,8333 ekor/m2. Populasi keong emas dewasa tertinggi yaitu pada sistem budidaya padi SRI 4 MST dan Legowo 3 MST sebesar 2,6667 ekor/m2. Intensitas serangan keong emas terendah yaitu pada sistem budidaya padi Petani yaitu sebesar 0 %. Sistem tanam padi SRI memberikan hasil panen tertinggi yaitu sebesar 24,70 gram/100 butir gabah dibandingkan sistem tanam padi lainnya

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: satria mahendra
    Date Deposited: 10 May 2016 12:34
    Last Modified: 10 May 2016 12:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25842

    Actions (login required)

    View Item