Analisis Kerentanan Penduduk Terhadap Bahaya Awan Panas Gunung Merapi Studi Kasus Kecamtan Cangkringan Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta

RISMAYANTO, ENJANG (2016) Analisis Kerentanan Penduduk Terhadap Bahaya Awan Panas Gunung Merapi Studi Kasus Kecamtan Cangkringan Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (589Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui kerentanan sosial dan Pola Permukiman di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta (2) Mengetahui kerentanan pusat layanan (Pusat layanan pendidikan) dan kerentanan aksesibilitas di Kecamatan Cangkringan (3) Mengetahui kerentanan tiap desa di Kecamatan Cangkringan. Penelitian ini menggunakan metode analisis hubungan spasial. Analisis hubungan spasial digunakan untuk menjelaskan hubungan antara keadaan fisik di lereng selatan Merapi dengan fenomena luncuran awan panas terutama yang terjadi di Kecamatan Cangkringan, sedangkan metode deskriptif digunakan untuk menjelaskan data yang berasal dari dokumen, pengamatan dan pengambilan data langsung ke lokasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen yang terdiri dari: Monografi Kecamatan Cangkringan, Dan monografi tiap desa di Kecamatan Cangkringan (Glagaharjo, Kepuharjo, Umbulharjo, Argomulyo, Wukirsari) survei ke lapangan, Peta Rupabumi, dan penelitian lain dari tempat yang sama. Tekhnik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan analisis peta. Keabsahan data menggunakan Triangulasi Data. Teknik analisis yang digunakan analisis deskriptif spasial dengan skoring dan pengharkatan berdasarkan daerah rawan bencana Gunung Merapi. Kesimpulan dari penelitian ini : (1) Tingkat Kerentanan sosial di Kecamatan Cangkringan berdasarkan kepadatan pendududk, kelompok rentan, dan ketersediaan tenaga medis menunjukkan hasil sebagai berikut: Desa Glagaharjo sedang, Desa Kepuharjo sedang, Desa Umbulharjo sedang, DesaWukirsari sedang, dan Desa Argomulyo sedang. Pola permukiman berdasarkan analisis tetangga terdekat menunjukkan pola yang sama yaitu mengelompok (clustered). (2) Tingkat Kerentanan Pusat Layanan adalah sebagai berikut: Desa Glagaharjo tinggi, Desa Kepuharjo sedang, Desa Umbulharjo rendah, Desa Wukirsari rendah, dan Desa Argomulyo rendah. Aksesibilitas tiap desa di berdasarkan perbandinggan jumlah kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, dan luas jalan dengan jumlah penduduk menunjukkan hasil Desa Glagaharjo tingkat kerentanan tinggi, Desa Kepuharjo tinggi, Desa Umbulharjo rendah, Desa Wukirsari rendah, dan Desa Argomulyo rendah. (3) Tingkat kerentanan penduduk tiap desa di Kecamatan Cangkringan adalah sebagai berikut : Desa Glagaharjo tinggi, Desa Kepuharjo tinggi, Desa Umbulharjo sedang, Desa Wukirsari sedang, dan Desa Argomulyo rendah. Berdasarkan analisis hubungan spasial terhadap luncuran awan panas yang terjadi pada tahun 2010 menunjukkan kerentanan tinggi di Desa Umbulharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo, sedangkan Desa Wukirsari dan Argomulyo memiliki tingkat kerentanan tinggi di Sekitar Kali Gendol di mana luncuran awan panas meluber ke barat dan timur.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Geografi
    Depositing User: fifit puspitasar
    Date Deposited: 10 May 2016 10:09
    Last Modified: 10 May 2016 10:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25800

    Actions (login required)

    View Item