STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI

FALANSARI, NILA (2016) STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (344Kb) | Preview

    Abstract

    Kecamatan Mojosongo merupakan wilayah yang memiliki populasi sapi perah cukup banyak di wilayah Kabupaten Boyolali. Wilayah ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daerah berbasis usaha sapi perah. Berdasarkan data BP3K Kecamatan Mojosongo (2015), kecamatan ini berada pada ketinggian 100 –400 m dpl dengan iklim tropis. Luas wilayah kecamatan ini yaitu 2163,69 ha dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 sebanyak 4369 orang memungkinkan banyak lahan kosong yang tersedia, mempunyai kemiringan tanah <15%, kondisi tanah datar, pH tanah 6 – 7, jenis tanah regasol dengan suhu 25 – 270C. Penggunaan lahan kritis dari total luas wilayah kecamatan ini 25% merupakan lahan kering baik berupa tegalan, pekarangan maupun lainnya. Kondisi geografis ini sangat mendukung didirikannya usaha ternak sapi perah. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berperan dalam pengembangan usaha ternak sapi perah di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali dan merumuskan strategi yang dapat diterapkan pada usaha tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2015 di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode campuran (mixed method) kualitatif dan kuantitatif. Metode penentuan lokasi dan pengambilan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja) dengan 60 responden peternak sapi perah di Kecamatan Mojosongo dan 10 responden dari instansi pemerintah serta swasta terkait. Analisis data yang digunakan yaitu analisis Location Quotient (LQ), analisis faktor internal, analisis faktor eksternal dan Analisis SWOT kualitatif serta kuantitatif. Hasil analisis LQ menunjukkan 4 desa yang termasuk wilayah basis dari 13 desa di Kecamatan Mojosongo. Diagram analisis SWOT menunjukkan hasil analisis faktor internal sebesar 0,33 (x) dan faktor eksternal sebesar 0,49 (y). Strategi yang sesuai dalam pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Mojosongo berada pada kuadran I, sehingga fokus strategi yang diterapkan yaitu strategi Strength Opportunity (SO), dengan menggunakan kekuatan untuk memperoleh peluang dan keuntungan dalam usaha ternak sapi perah. Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi untuk mengembangkan usaha sapi perah di Kecamatan Mojosongo adalah mengoptimalkan dan mengembangkan kemampuan internal peternak, memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia untuk meningkatkan skala usaha ternak sapi perah, bekerjasama dengan instansi lain dalam pengembangan pakan dengan memanfaatkan lahan yang ada serta memberikan pengetahuan dan teknologi kepada peternak guna mengembangkan usaha ternak sapi perah.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: satria mahendra
    Date Deposited: 10 May 2016 11:13
    Last Modified: 10 May 2016 11:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25786

    Actions (login required)

    View Item