Identifikasi Bakat Olahraga Di Kabupaten Boyolali

UTAMA, INKA INDIRA (2016) Identifikasi Bakat Olahraga Di Kabupaten Boyolali. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (25Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Inka Indira Utama. A121408060. 2016. Identifikasi Bakat Olahraga Di Kabupaten Boyolali (Perbandingan Bakat Olahraga Usia 11-12 Tahun Ditinjau Dari Ketinggian Wilayah Dan Jumlah Keluarga). Tesis. Program Studi Ilmu Keolahragaan. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pembimbing: (1). Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M.Pd., (2). Prof. Dr. Muchsin Doewes, dr. AIFO. Tujuan penelitan ini adalah (1) untuk mengetahui bakat olahraga apa yang dimiliki dari anak yang tinggal di dataran tinggi dan rendah di Kabupaten Boyolali, (2) untuk mengetahui apakah ada perbedaan bakat olahraga dari anak yang tinggal di dataran tinggi dan rendah di Kabupaten Boyolali, (3) untuk mengetahui bakat olahraga yang dimiliki dari anak yang berasal dari keluarga kecil, sedang, dan besar di Kabupaten Boyolali, (4) untuk mengetahui apakah ada perbedaan bakat olahraga dari anak yang berasal dari keluarga kecil, sedang, dan besar di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 11-12 tahun di Kabupaten Boyolali dengan teknik purposive random sampling. Sampel yang dipakai untuk penelitian sebanyak 184 siswa, yang terdiri dari 92 anak dari dataran tinggi dan 92 anak dari dataran rendah. Data untuk identifikasi bakat olahraga diperoleh dari tes Sport Search, sedangkan data jumlah keluarga diperoleh dari tes wawancara. Teknik analisis data identifikasi bakat olahraga menggunakan aplikasi Sport Search pada komputer kemudian dilanjutkan dengan uji Chi-Kuadrat dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bakat olahraga yang dimiliki oleh anak yang tinggal di dataran tinggi yaitu athletics – sprint running (38%), athetics – distance running (24%), diving (13%), gymnastics (11%), trampolining (8%), athetics – high jump (4%), dan athletics – shot put and discus (2%), sedangkan bakat yng dimiliki oleh anak yang tinggal di dataran rendah yaitu diving (35%), athletics – high jump (31%), gymnstics (17%), athetics – sprint running (6%), trampolining (4%), athletics – distance running (4%), athletics – shot put and discus (3%). (2) perbandingan bakat olahraga dari anak yang tinggal di dataran tinggi dan rendah secara berturut-turut yaitu athletics – sprint running (35 : 5), athletics – high jump (4 : 28), diving (12 : 32), gymnastics (10 : 16), athletics – distance running (22 : 4), trampolining (7 : 4), athletics – shot put and discus (2 : 3). (3) bakat yang dimiliki oleh anak yang mempunyai jumlah saudara sedikit yaitu athletics – sprint running (26%), athletics – high jump (26%), gymnastics (18%), diving (15%), athletics – shot put and discus (7%), athletics – distance running (4%), trampolining (4%), kemudian pada anak yang mempunyai jumlah saudara ideal yaitu diving (27%), athletics – sprint running (20%), athletics – high jump (17%), gymnastics (14%), athletics – distance running (14%), trampolining (7%), dan athletics – shot put and discus (1%), sedangkan pada anak yang mempunyai jumlah saudara banyak yaitu diving (24%), athletics – sprint running (23%), athletics – distance running (18%), athletics – high jump (14%), gymnastics (13%), trampolining (5%), dan athletics – shot put and discus (3%). (4) perbandingan bakat olahraga dari anak yang mempunyai jumlah saudara sedikit, ideal, dan banyak secara berturut-turut yaitu diving (4 : 22 : 18), athletics – sprint running (7 : 16 : 17), athletics – high jump (7 : 14 : 11), gymnastics (5 : 11 : 10), athletics – distance running (1 : 11 : 14), trampolining (1 : 6 : 4), athletics – shot put and discus (2 : 1 : 2). Berdasarkan analisis data menggunakan Chi-Kuadrat menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara bakat olahraga siswa yang tinggal di dataran tinggi dan dataran rendah, Fhitung = 64,42 > Ftabel = 12,592. Selain itu, perbedaan yang tidak signifikan antara bakat olahraga siswa yang mempunyai jumlah saudara sedikit, ideal, dan banyak karena Fhitung = 10,03 < Ftabel = 21,026. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada 7 macam jenis olahraga yang berpotensi. Ketujuh olahraga tersebut adalah Diving, Athletics – High Jump, Gymnastics, Athletics – Sprint Running, Trampolining, Athletics – Distance Running, dan Athletics – Shot Put And Discus. jika ditinjau dari ketinggian wilayah, olahraga yang paling dominan pada anak yang tinggal di wilayah dataran tinggi adalah Athletics – Sprint Running, sedangkan pada dataran rendah, olahraga yang paling dominan adalah Diving. Selain itu, jika ditinjau dari jumlah saudara, olahraga yang paling dominan pada anak yang mempunyai jumlah saudara sedikit yaitu Athletics – Sprint Running dan Athletics – High Jump, anak yang mempunyai jumlah saudara ideal yaitu olahraga Diving, sedangkan pada anak yang mempunyai jumlah saudara banyak yaitu olahraga Diving Kata kunci : identifikasi bakat olahraga, ketinggian wilayah, jumlah keluarga.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Keolahragaan
    Depositing User: Afifah Nur Laili
    Date Deposited: 02 May 2016 22:52
    Last Modified: 02 May 2016 22:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25656

    Actions (login required)

    View Item