Studi Banding Karakteristik Beton Berpori Antara Benda Uji di Laboratorium dengan Benda Uji di Lapangan (Studi Kasus Pada Bahu Jalan di Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo)

MAHADI Y P, RHOBERTUS (2016) Studi Banding Karakteristik Beton Berpori Antara Benda Uji di Laboratorium dengan Benda Uji di Lapangan (Studi Kasus Pada Bahu Jalan di Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo). Other thesis, Universitas Sebelas Maret .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (312Kb) | Preview

    Abstract

    Perkerasan beton berpori merupakan bentuk perkembangan infrastruktur yang baik dalam pengelolaan air hujan dan efektif dalam menanggulangi permasalahan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Dari penelitian sebelumnya, beton berpori memiliki kuat tekan yang rendah, sehingga digunakan aditif untuk memperkuat ikatan antar material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengaplikasikan rancang campur beton berpori, perbandingan nilai kuat tekan pada benda uji beton berpori, perbandingan nilai benda uji densitas/kepadatan (gr/cm3), dan perbandingan nilai benda uji porositas di lab dan pada bahu jalan. di Desa Kadokan, Kec. Grogol, Kab Sukoharjo. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. Setelah itu dibuat benda uji dengan variasi agregat kasar berupa batu pecah ukuran 1-2 tanpa aditif, batu pecah ukuran 1-2 dengan penambahan aditif, batu pecah ukuran 2-3 tanpa aditif dan batu pecah ukuran 2-3 dengan penambahan aditif. Mix design perhitungan rencana menggunakan acuan Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton SNI T-15-1990-03, selanjutnya dibuat benda uji di lab. Pembuatan benda uji di lab menggunakan satuan berat sedangkan pada bahu jalan menggunakan satuan volume. Selanjutnya membuat job mix formula beton berpori untuk diaplikasikan di lapangan yaitu pada bahu jalan di Desa Kadokan, Kec. Grogol, Kab Sukoharjo. Kemudian akan diuji densitas/kepadatan (gr/cm3), porositas, dan kuat tekan. Hasil analisis nilai densitas/kepadatan(gr/cm3) bahu jalan lebih kecil daripada nilai densitas di lab, penurunan nilai densitas antara 2-7%. Nilai porositas di bahu jalan lebih tinggi daripada nilai porositas di lab, kenaikan nilai porositas berkisar antara 5% sampai 16%. Nilai porositas terlalu tinggi yaitu >30%, sedangkan beton berpori adalah beton dengan nilai porositas sebesar 15 – 30 %. Hasil analisis benda uji kuat tekan pada bahu jalan lebih rendah dibanding dengan kuat tekan yang di lab. Penurunan nilai kuat tekan berkisar antara 20% sampai 34%. Adanya perbedaan satuan dalam komposisi campuran beton berpori di lab dan pada bahu jalan mengakibatkan perbedaan komposisi material yang tercampur sehingga terjadi perbedaan nilai kuat tekan. Kata kunci: beton berpori, kuat tekan, densitas/kepadatan, porositas

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: sholikun ikun
    Date Deposited: 02 May 2016 19:43
    Last Modified: 02 May 2016 19:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25643

    Actions (login required)

    View Item