MODEL PEMBERDAYAAN PETANI DALAM ALIH TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIK (STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI RUKUN MAKARYO KECAMATAN MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR)

WINARNO, JOKO (2016) MODEL PEMBERDAYAAN PETANI DALAM ALIH TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIK (STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI RUKUN MAKARYO KECAMATAN MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR). Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (492Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan penelitian: (1) Identifikasi kondisi alih teknologi pertanian organik dan faktor penyebab petani sulit melaksanakan alih teknologi pertanian organik; (2) mengkonstruksi model pemberdayaan petani dalam alih teknologi pertanian organik yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Rukun Makaryo; (3) mendeskripsi dampaknya bagi kelompok tani lain; (4) merumuskan model pemberdayaan petani dalam alih teknologi pertanian organik yang direkomendasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data: observasi partisipatif, wawancara mendalam dan penelusuran dokumen. Informan dipilih secara sengaja. Validasi data, menggunakan metode Triangulasi, sedangkan analisisnya menggunakan model logika induktif interaktif. Proposisi hasilnya penelitian: 1.a. Pengembangan pertanian organik di suatu daerah akan menjadi semakin baik, jika senantiasa didukung oleh: (a) penguatan jejaring petani kader, (b) pilihan teknologi organik, (c) penerapan prinsip-prinsip kebutuhan kader dalam melaksanakan alih teknologi pertanian organik serta (d) kelembagaan petani. 1.b. Keberhasilan pemberdayaan petani dalam alih teknologi pertanian organik di suatu daerah akan menjadi semakin baik, jika senantiasa dilaksanakan dengan pendekatan local wisdom yaitu prinsip rukun dan hormat dengan cara persuasif menerapkan prinsip-prinsip kebutuhan kader dalam melaksanakan alih teknologi pertanian organik. 2. Model pemberdayaan petani dalam alih teknologi pertanian organik (kelompok tani Rukun Makaryo), dilakukan oleh individu tunggal sesuai dengan pola pikir dan dominasi kepentingannya dengan memanfaatkan semua kegiatan kesehariannya, sehingga senantiasa kurang mengakomodasi kepentingan: (1) kader dan (2) jejaring dukungan dari pemangku kepentingan eksternal. 3. Upaya pengembangan inovasi dan kegiatan kelompok tani kader dalam melaksanakan alih teknologi pertanian organik serta sosialisasinya, senantiasa didorong kuat oleh berbagai permasalahan yang tidak diakomodasi oleh kelompok tani Rukun Makaryo. 4. Model pemberdayaan petani dalam alih teknologi pertanian organik akan semakin berhasil dan mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak, jika senantiasa: (1) dijadikannya: (a) kemandirian petani, (b) penguatan jejaring petani, (c) pilihan teknologi organik, (d) sertifikasi padi organik dan (e) penguatan jejaring pelaku pasar sebagai visi yang kuat dalam pemberdayaan petani, (2) dilakukannya oleh aktor (tokoh penerus) atau kelembaga petani yang memiliki: (a) power, (b) otoritas pengetahuan dan pengalaman, (c) akses vertikal dan horisontal serta (d) jiwa keteladanan (3) dilaksanakannya dengan mengedepankan local wisdom yaitu prinsip rukun dan hormat dengan cara persuasif menerapkan prinsip-prinsip kebutuhan kader dalam melaksanakan alih teknologi pertanian organik. Kata kunci: (1) pemberdayaan petani, (2) kemandirian petani, (3) penguatan jejaring petani, (4) pilihan teknologi organik, (5) local wisdom etika hidup orang jawa, (6) persuasif, (7) kebutuhan kader dalam melaksanakan alih teknologi pertanian organik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Doktor
    Pasca Sarjana > Doktor > Penyuluhan Pembangunan
    Depositing User: dian pratiwi
    Date Deposited: 01 May 2016 13:32
    Last Modified: 01 May 2016 13:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25605

    Actions (login required)

    View Item