KAJIAN KOEFISIEN PERMEABILITAS BETON YANG MENGALAMI AKUMULASI RETAK AKIBAT PENINGKATAN PEMBEBANAN SECARA INCREMENTAL (Study of Concrete Permeability Coefficient which is Accumulatively Cracked because of the Incremental Load)

INDRIYANI, RIRIN (2006) KAJIAN KOEFISIEN PERMEABILITAS BETON YANG MENGALAMI AKUMULASI RETAK AKIBAT PENINGKATAN PEMBEBANAN SECARA INCREMENTAL (Study of Concrete Permeability Coefficient which is Accumulatively Cracked because of the Incremental Load). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (520Kb)

    Abstract

    Salah satu masalah umum pada struktur beton khususnya untuk basement, dinding penahan tanah, tangki air, dan lain-lain umumnya berhubungan dengan permeabilitas. Permeabilitas ini dapat meningkat karena retak yang membentuk alur-alur kapiler dalam beton. Peningkatan permeabilitas karena retak menyebabkan lebih banyak air dan ion kimia agresif masuk kedalam beton, mengakibatkan korosi pada tulangan dan menurunkan kapasitasnya, akhirnya akan mengakibatkan keruntuhan strukturnya. Mengingat fakta di lapangan, suatu struktur pasti mengalami pembebanan pada masa layannya. Semakin meningkat beban yang dialami suatu struktur, maka retakan yang timbul juga bertambah baik jumlah, panjang, dan lebarnya. Penambahan retakan karena peningkatan beban inilah yang dapat meningkatkan koefisien permeabilitas beton. Pada struktur yang mensyaratkan untuk kedap air, permeabilitas adalah faktor utama yang mempengaruhi durabilitas struktur beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh manakah retakan pada beton akibat pembebanan akan mempengaruhi koefisien permeabilitasnya Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Pembebanan terhadap beton dilakukan secara incremental, kemudian sampel beton tersebut diuji permeabilitasnya. Benda uji yang digunakan berupa beton silinder dengan Ø 15 cm tebal 30 cm sebanyak 24 buah,yaitu 3 buah untuk uji kuat desak, 21 buah untuk uji permeabilitas yang telah mengalami retak karena pembebanan sebesar 0,1 f’c, 0,3 f’c, 0,4 f’c, 0,6 f’c, 0,7 f’c, 0,8 f’c, 0,9 f’c, masing-masing 3 buah. Hasil penelitian dan analisa data menunjukkan bahwa pada pembebanan 0,1f’c- 0,4f’c, belum banyak perubahan koefisien permeabilitas. Penambahan beban hanya berefek kecil terhadap peningkatan koefisien permeabilitas. Pada pembebanan sebesar 0,6f’c-0,7f’c, mulai terjadi peningkatan koefisien permeabilitas yang besar. Hal ini karena pada rentang beban ini retakan mulai meningkat jumlah, panjang, dan lebar. Pada pembebanan sebesar 0,8f’c-0,9f’c, koefisien permeabilitas meningkat sangat tajam. Tingginya koefisien permeabilitas pada rentang beban ini sangat riskan terjadi kebocoran dan korosi tulangan pada struktur beton selama masa layan. Sehingga pada struktur yang mensyaratkan untuk kedap air, jangan sampai terjadi beban sebesar 0,8f’c-0,9f’c untuk menjamin agar tidak terjadi terjadi kebocoran yang berbahaya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Sipil
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:20
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2560

    Actions (login required)

    View Item