proses produksi kacang telur (kacang atom, kacang bandung dan pang-pang ) di UD. Bintang Walet Handika Klaten Jawa Tengah

Dafiana, Erla (2005) proses produksi kacang telur (kacang atom, kacang bandung dan pang-pang ) di UD. Bintang Walet Handika Klaten Jawa Tengah. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1427Kb)

    Abstract

    Kegiatan magang di Industri Hasil Pertanian merupakan salah satu bagian kegiatan kurikulum pendidikan Diploma III Teknologi Hasil Pertanian. Setiap mahasiswa wajib melaksanakan magang di Industri Hasil Pertanian sebagai syarat untuk meraih gelar Ahli Madya. Pelaksanaan kegiatan magang di Industri Hasil Pertanian didasarkan pada mata kuliah yang telah diikuti. Magang di Industri Hasil Pertanian penting untuk melengkapi pengetahuan yang didapat selama mengikuti perkuliahan. Dalam melaksanakan magang di Industri Hasil Pertanian sering dijumpai kesenjangan antara teori dan praktek. Teori yang dipelajari pada masa perkuliahan berbeda dengan pada saat terjun langsung di lapangan. Hal tersebut merupakan permasalahan dalam kenyataan yang harus diselesaikan. Penyelesaian masalah tersebut menuntut adanya kemampuan dalam menerapkan teori yang telah dikuasai, dengan cara menyesuaikan beda kondisi di lapangan. Kemampuan ini hanya dapat dicapai bila mahasiswa telah cukup menguasai teori, mendapatkan pengalaman dan pelatihan. Di sisi lain, permasalahan yang timbul dalam praktek justru menjadi pendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi teori yang telah ada, sehingga mahasiswa bisa berpikir lebih kritis. Kegiatan magang dilaksanakan di UD. Bintang Walet Handika dikarenakan lokasinya yang tidak terlalu jauh, sehingga mudah mendapatkan data lebih cepat. Selain itu di UD. Bintang Walet Handika telah memenuhi kriteria sebagai tempat magang, yang telah ditetapkan oleh komisi magang DIII THP. Disamping itu UD. Bintang Walet Handika memproduksi produk olahan yang menggunakan bahan baku kacang tanah. Kacang tanah merupakan komoditas ekspor yang bagus dan jumlahnya yang berlimpah di kawasan Jawa Tengah. Bertitik tolak pada kacang tanah dirasa perlu mengenal dan mengerti mengenai proses pengolahan kacang tanah menjadi berbagai macam produk olahan. Kacang tanah, disamping merupakan komoditas olahan, juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Menurut Sumarno 1987, dikemukakan bahwa : biji kacang tanah mengandung 20-30% protein dan 42-55% minyak. Dalam bentuk kalori 100 gr biji kacang tanah menghasilkan 540 kalori, tertinggi diantara tanaman pangan. Protein kacang tanah terdiri dari Albumin, arakhin (63%) dan konarakhin (33%). Arakhin mengandung 0,4% sulfur dan konarakhin mengandung 1,09% Sulfur. Arakhin terutama kaya akan asam amino jenis threonin dan proline, tetapi miskin lisin dan methionin. Konarakhin miskin phenilalanin dan terosin. Walaupun kacang tanah kaya protein, namun asam amino lisin, treonin dan metionin terdapat dalam jumlah yang rendah. Dengan menggoreng biji kacang tanah kadar asam amino tersebut menjadi semakin berkurang (Sumarno, 1987).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > D3 - Teknologi Hasil Pertanian
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:20
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2557

    Actions (login required)

    View Item