Peran Penyuluhan Kelompok Tani Terhadap Kemandirian Petani Di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasimadu, Kabupaten Karanganyar

NUGROHO, AGUNG (2016) Peran Penyuluhan Kelompok Tani Terhadap Kemandirian Petani Di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasimadu, Kabupaten Karanganyar. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (831Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan penyuluhan kelompok tani serta untuk mengetahui bagaimana perilaku petani mandiri. Dengan mengetahui arti penting penyuluhan pertanian ini kepada masyarakat diharapkan untuk menjadi bagian dalam usaha pengembangan pertanian di Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang dilakukan di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Dari bulan April sampai September 2015. Teori Tindakan Sosial dari Max Weber digunakan untuk mengkaji permasalahan penyuluhan kelompok tani dan perilaku petani mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling, yaitu pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Digunakan analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dilapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan peranan penyuluhan kelompok tani terbagi atas peran fasilitatif, peran edukasional, dan peran teknis. Peranan tersebut diwujudkan melalui pendampingan petani, sosialisasi dan pemberian informasi, riset penyuluh pertanian, dan pemberian bantuan kepada petani. Semua informan penelitian menanam padi, karena kebanyakan program penyuluhan ditujukan untuk petani padi. Petani mandiri di Desa Karangmojo dibagi atas dua karakteristik, petani mandiri rasional, dan petani mandiri tradisional. Dalam indikator strategi pemecahan masalah semua petani mandiri tergolong rasional. Penerapan teknologi baru petani mandiri rasional dengan menggunakan mesin semprot, dan penanam padi. Sedangkan petani tradisional masih menggunakan alat manual dengan alat semprot pegas. Pemasaran hasil panen petani rasional dengan melakukan pengolahan hasil padinya terlebih dahulu. Sedangkan petani tradisional langsung dengan sistem penjualan tebas. Investasi yang dilakukan petani mandiri rasional dengan membeli ternak atau menyewa sawah lebih luas. Lain hal dengan petani mandiri tradisional yang usaha pertanianya masih dalam skala kecil. Keaktifan dan realisasi program kegiatan kelompok tani nampak pada orientasi melakukan program kegiatan kelompok tani, intensitas mengikuti pertemuan kelompok tani, dan pemahaman petani akan program yang sedang direalisasikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 29 Apr 2016 14:03
    Last Modified: 29 Apr 2016 14:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25556

    Actions (login required)

    View Item