Peramalan produksi benang pe sebagai dasar perencanaan kebutuhan bahan baku polyester pada departemen spinning PT. Sari Warna Boyolali

Sutrisno, (2006) Peramalan produksi benang pe sebagai dasar perencanaan kebutuhan bahan baku polyester pada departemen spinning PT. Sari Warna Boyolali. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3437Kb)

    Abstract

    Setiap perusahaan selalu menghadapi masa depan dalam aktivitasnya, setiap aktivitas perusahaan mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan, serta untuk mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. Oleh karena itu setiap perusahaan membutuhkan pemimpin yang mampu dan dapat menetapkan keputusan yang tepat dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian agar perusahaan tersebut dapat meraih keberhasilan, karena setiap keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin akan berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang. Salah satu hal yang penting untuk mengantisipasi ketidakpastian adalah dengan memperkirakan atau meramalkan besarnya jumlah produksi akan barang atau jasa yang dihasilkan untuk periode yang akan datang. Perkembangan perekonomian yang terjadi sekarang ini membawa konsekuensi tersendiri dalam dunia bisnis, termasuk dalam bidang industri. Perusahaan yang bergerak dalam bidang ini bersaing secara ketat dalam meraih konsumen. Persaingan yang terjadi diantaranya adalah persaingan yang berkaitan dengan kualitas produk, kuantitas produk, kemampuan perusahaan dalam menyediakan sejumlah produk yang diminta, kemampuan memenuhi target waktu sesuai pesanan, kemampuan pemasaran, serta kemampuan persaingan harga produk. Hal-hal tersebut mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk memiliki manajemen yang baik, sehingga perusahaan diharapkan mampu berkembang secara wajar sesuai dengan target yang diharapkan. Peramalan produksi merupakan komponen penting dalam merencanakan kebutuhan bahan baku untuk produksi. Dengan adanya peramalan dapat diprediksi berapa jumlah produksi pada periode yang akan datang, kemudian dari hasil peramalan produksi tersebut menjadi dasar penentuan berapa kebutuhan bahan baku yang harus disediakan agar kegiatan produksi dapat berjalan lancar. Pada dasarnya peramalan adalah perkiraan peristiwa untuk waktu yang akan datang atas dasar pola-pola pada waktu lalu. Peramalan yang tepat akan jarang sekali ditemukan, akan tetapi bukan berarti peramalan menjadi tidak penting, peramalan sangat penting sebagai acuan membuat pola kerja. Bekerja dengan menggunakan peramalan hasilnya akan jauh lebih baik dari pada tidak menggunakan peramalan sama sekali. Setelah diramalkan maka kegiatan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah merencanakan kebutuhan bahan baku. Bahan baku merupakan komponen yang penting dalam proses produksi karena tanpa bahan baku kegiatan produksi tidak bisa berlangsung. Kegunaan dari peramalan terlihat saat pengambilan keputusan, dimana setiap perusahaan selalu dihadapkan pada masalah pengambilan keputusan. Apabila kurang tepat ramalan yang kita buat, maka semakin kurang baiklah keputusan yang kita ambil. Didalam peramalan selalu bertujuan agar forecast yang kita buat bisa meminimumkan pengaruh ketidakpastian terhadap perusahaan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa peranan peramalan sangat penting, baik dalam perencanaan, penelitian, maupun dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, ketepatan dari ramalan tersebut merupakan hal yang sangat penting. Meskipun demikian perlu disadari bahwa peramalan adalah tetap ramalan, dimana selalu ada unsur kesalahannya. Sehingga yang perlu diperhatikan adalah usaha untuk memperkecil kemungkinan kesalahan tersebut. Peramal perlu memonitor sehingga jika terjadi penyimpangan akan segera dapat diketahui, jika penyimpangan yang terjadi masih dalam batas wajar, maka masih dapat di tolelir dan model peramalan masih dapat digunakan. PT. Sari Warna Asli Unit II Boyolali, merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri tekstil. Produksi pada departemen spinning, mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan. Tahun 2005 produksi benang PE mengalami jumlah terbesar pada bulan Mei dan produksi terkecil terjadi pada bulan Juli. Dengan demikian akan muncul permasalahan untuk meramalkan jumlah produksi benang pada periode berikutnya agar dapat menentukan jumlah kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan dan juga metode peramalan yang sesuai untuk meminimumkan kesalahan. Sedangkan untuk kebutuhan bahan baku khususnya bahan baku Polyester juga mengalami fluktuasi tahun 2005 seiring dengan meningkatnya jumlah produksi. Untuk bahan baku Polyester kebutuhan terbesar terjadi pada bulan Maret, sedangkan kebutuhan Polyester terkecil terjadi pada bulan Juni. Bermula dari masalah yang muncul, maka penulis mengambil Tugas Akhir dengan judul “ PERAMALAN PRODUKSI BENANG SEBAGAI DASAR PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU POLYESTER PADA DEPARTEMEN SPINNING PT. SARI WARNA ASLI UNIT II BOYOLALI”

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Divisions: Fakultas Ekonomi > D3 - Manajemen Perdagangan
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:20
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2553

    Actions (login required)

    View Item