PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR SODIUM NITRAT TERHADAP LAJU KOROSI DAN LAJU PERAMBATAN RETAK FATIK KOROSI PADA PENGELASAN LOGAM TAK SEJENIS BAJA KARBON SS 400 DAN BAJA TAHAN KARAT SUS 304

Rachmat Hi lca, Bangkit (2016) PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR SODIUM NITRAT TERHADAP LAJU KOROSI DAN LAJU PERAMBATAN RETAK FATIK KOROSI PADA PENGELASAN LOGAM TAK SEJENIS BAJA KARBON SS 400 DAN BAJA TAHAN KARAT SUS 304. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (773Kb) | Preview

    Abstract

    Pengelasan logam tidak sejenis, seringkali dibutuhkan dalam sifat-sifat tertentu dari suatu konstruksi. Secara khusus, baja tahan karat memiliki ketahanan korosi yang baik sedangkan baja karbon memiliki aspek ekonomi dalam penghematan biaya produksi daripada penggunaan baja tahan karat saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi laju korosi pada pengelasan logam tidak sejenis antara baja tahan karat AISI 304 dan baja karbon dalam larutan NaCl 3,5% dengan penambahan variasi inhibitor sodium nitrat. Pengaruh pre-korosi selama 5 hari dilakukan untuk mengetahui efek perendaman dan penggunaan inhibitor sodium nitrat terhadap peningkatan siklus perambatan retak fatik. Pengujian yang telah dilakukan antaralain: Uji tarik, polarisasi resistance,fatigue crack, Pengujian kekerasan dan fraktografi SEM-EDS. Pengujian polarisasi resistance dilakukan dengan scan rate 0,1 mV/s dan waktu pengujian selama 30 menit. Pengujian fatik spesimen MT pre-korosi selama 5 hari dengan variasi konsentrasi inhibitor sodium nitrat sebesar: 0%; 0,1%; 0,3% dan 0,5% yang dilakukan dengan rasio pembebanan sebesar 0,25 dan frekuensi sebesar 12 Hz. Pengujian radiografi menggunakan pesawat sinar-x Rigaku Radioflex 250EGS3 dengan waku penyinaran selama 3 menit dan tegangan kerja 120 kV. Pengujian polarisasi resistance menunjukkan bahwa penambahan inhibitor sodium nitrat dapat menurunkan laju korosi didapatkan kondisi optimum konsentrasi inhibitor 0,5% dengan laju korosi untuk ER 308 sebesar 0,0143 mmpy dan ER 309L sebesar 0,0159 mmpy. Hasil pengamatan SEM pada daerah lasan ER 308 dan ER 309L yang telah dilakukan pengujian polarisasi resistance menunjukkan severre pitting untuk konsentrasi tanpa penambahan inhibitor sodium nitrat. Hasil pengamatan SEM pada daerah lasan ER 308 dan ER 309L yang telah dilakukan pengujian polarisasi menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi inhibitor sodium nitrat mengakibatkan penurunan jumlah korosi sumuran pada kedua spesimen tersebut. Penurunan jumlah dan ukuran diameter pitting disebabkan ion nitrat bereaksi dengan Fe2+ yang menghasilkan barier film [Fe[OH]3] sehingga meningkat perlindungan terhadap korosi sumuran. Hasil pengujian fatik MT menunjukkan peningkatan siklus perambatan retak fatik seiring dengan peningkatan konsentrasi inhibitor sodium nitrat. Peningkatan siklus perambatan retak fatik disebabkan penurunan local stress pada daerah ujung retak yang disebabkan perlindungan ion nitrat yang menyerap ion cloride pada lapisan pasif sehingga mengakibatkan peningkatan siklus perambatan retak fatik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknik Mesin - S2
    Depositing User: eky putri
    Date Deposited: 25 Apr 2016 19:48
    Last Modified: 25 Apr 2016 19:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25512

    Actions (login required)

    View Item