STUDI KOMPARASI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN PERMOHONAN PUTUSAN SERTA MERTASEBELUM DAN SESUDAH BERLAKUNYASEMA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG PUTUSAN SERTA MERTA ( UITVOERBAAR BIJ VOORRAAD ) DAN PROVISIONIL ( Studi Putusan Hakim Nomor: 84/Pdt.G/1997/PN.Ska dan Putusan Hakim Nomor: 94/Pdt.G/2002/PN.Ska )

Prabowo, Hendro (2010) STUDI KOMPARASI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN PERMOHONAN PUTUSAN SERTA MERTASEBELUM DAN SESUDAH BERLAKUNYASEMA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG PUTUSAN SERTA MERTA ( UITVOERBAAR BIJ VOORRAAD ) DAN PROVISIONIL ( Studi Putusan Hakim Nomor: 84/Pdt.G/1997/PN.Ska dan Putusan Hakim Nomor: 94/Pdt.G/2002/PN.Ska ). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2949Kb)

    Abstract

    Hendro Prabowo. E0006144. 2010. STUDI KOMPARASI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENGABULKAN PERMOHONAN PUTUSAN SERTA MERTA SEBELUM DAN SESUDAH BERLAKUNYA SEMA NOMOR 3 TAHUN 2000 TENTANG PUTUSAN SERTA MERTA ( UITVOERBAAR BIJ VOORRAAD) DAN PROVISIONIL ( Studi Putusan Hakim Nomor: 84/Pdt.G/1997/PN.Ska dan Putusan Hakim Nomor: 94/Pdt.G/2002/PN.Ska ) , Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim sebelum dan sesudah diterbitkannya SEMA Nomor 3 Tahun 2000 terhadap penjatuhan putusan serta merta oleh hakim. Penelitian ini dilakukan melalui studi komparasi ( perbandingan ) antara Putusan Hakim Nomor 84/Pdt.G/1997/PN.Ska dan Putusan Hakim Nomor 94/Pdt.G/2002/PN.Ska, dimana kedua putusan tersebut memuat putusan serta merta. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang bersifat preskriptif atau terapan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data sekunder yang terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Bahan hukum primer berupa SEMA Nomor 3 Tahun 2000, Putusan Nomor 84/Pdt.G/1997/PN.Ska, Putusan Nomor 94/Pdt.G/2002/PN.Ska, Burgerlijk Wetboek dan Herziene Inlandsch Reglement ( HIR ) . Bahan hukum sekunder berupa dokumen, buku-buku, laporan, arsip, makalah, dan literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Bahan hukum tersier berupa data dari internet. Teknik pengupulan data dilakukan dengan menginventarisasi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik analisis data yang digunakan adalah Metode Perbandingan Tetap atau Constant Comparative Method dan Interpretasi Gramatikal. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan. Pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan putusan serta merta pada Putusan Nomor 84/Pdt.G/1997/PN.Ska dan Putusan Nomor 94/Pdt.G/2002/ PN.Ska mempunyai perbedaan. Perbedaaannya terletak pada pertimbangan hakim yang mengabulkan permohonan putusan serta merta, dasar hukum yang mengatur putusan serta merta, dasar Penggugat dalam mengajukan permohonan putusan serta merta, dan jenis sengketa yang terjadi antara Penggugat dengan Tergugat. Penerapan SEMA Nomor 3 Tahun 2000 terhadap pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 94/Pdt.G/2002/PN.Ska adalah majelis hakim mempertimbangkan ketentuan dalam butir ke-4 huruf f, SEMA Nomor 3 tahun 2000, yaitu mengabulkan putusan serta merta yang didasarkan pada putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang berhubungan dengan pokok perkara. Kata kunci: pertimbangan hakim, putusan serta merta, uitvoerbaar bij voorraad, SEMA Nomor 3 Tahun 2000. Hendro Prabowo. E0006144. 2010. A COMPARATIVE STUDY OF JUDGE CONSIDERATION IN GRANTED REQUESTING THE IMMEDIATELY DECISION BEFORE AND AFTER BE EFFECT OF THE SEMA NUMBER 3 OF 2000 ABOUT IMMEDIATELY DECISION ( UITVOERBAAR BIJ VOORRAAD) AND PROVISIONAL ( Study of Judge Decision Number 84/Pdt.G/1997/PN.Ska and Judge Decision Number 94/Pdt.G/2002/PN.Ska ) . Faculty of Law. Sebelas Maret University. The purpose of research to knowing how judge consideration before and after publishing SEMA Number 3 of 2000 to pronouncement of immediately decision by judge. This research conducted with comparative study ( comparison ) between Decision Number 84/Pdt.G/1997/PN.Ska and Decision Number 94/Pdt.G/2002/PN.Ska where the two decisions loaded immediately decision. This research represented normative research that is prescriptive in nature or application. This research conducted with analysing of secondary data that consist of primary, secondary, and tertiary law materials. The primary law materials form SEMA Number 3 of 2000, Decision Number 84/Pdt.G/1997/PN.Ska, Decision Number 94/Pdt.G/2002/PN.Ska, Burgerlijk Wetboek, and Herziene Inlandsch Reglement ( HIR ) . The secondary law materials form document, books, report, archives, handing out, and literature that related to problem that examined. The tertiary law materials form data of internet. Technique collecting of data conducted with stocktaking primary, secondary, and tertiary law materials. Technique analysis of data that used is Constant Comparative Method and Gramatical Interpretation. Pursuat to result of the research and discussion result be concluded. Consideration of judge that granted requesting immediately decision in Decision Number 84/Pdt.G/1997/PN.Ska and Decision Number 94/Pdt.G/2002/PN.Ska have difference. This difference that is at judge consideration that granted requesting immediately decision, legal fundament that regulated immediately decision, principles of plaintiff in submitted requesting immediately decision and type of dispute that happened between plaintiff with sued. Application SEMA Number 3 of 2000 to judge consideration in Decision Number 94/Pdt.G/2002/PN.Ska was judge ceremony considering regulation in item 4 th letter f this SEMA that granting immediately decision that based at vonnis by judgement which related to case of law suit. Keyword: Consideration of judge, Immediatelly decision, Uitvoerbaar Bij Voorraad, SEMA Number 3 of 2000.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Ardhi Permana Lukas
    Date Deposited: 12 Jul 2013 16:38
    Last Modified: 12 Jul 2013 16:38
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2548

    Actions (login required)

    View Item