KAJIAN TERJEMAHAN UNGKAPAN BUDAYA DALAM KISAH SENGSARA YESUS KRISTUS PADA ALKITAB DUA BAHASA YANG BERJUDUL ALKITAB KABAR BAIK GOOD NEWS

TURNIP, MAIDA (2016) KAJIAN TERJEMAHAN UNGKAPAN BUDAYA DALAM KISAH SENGSARA YESUS KRISTUS PADA ALKITAB DUA BAHASA YANG BERJUDUL ALKITAB KABAR BAIK GOOD NEWS. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (152Kb) | Preview

    Abstract

    Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengklasifikasi ungkapan budaya dalam Kisah Sengsara Yesus Kristus, mengkaji tehnik penerjemahan yang digunakan, dan menunjukkan kualitas penerjemahan, kaitannya dengan tehnik penerjemahan yang digunakan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif terpancang. Jenis data obyektif yang digunakan adalah dokumen berupa Alkitab dua Bahasa yaitu Kisah Sengsara Yesus Kristus. Jenis data afektif adalah informan yang menguasai bidang terjemahan untuk mengetahui keakuratan dan keberterimaan terjemahan ungkapan budaya dalam Alkitab Dua Bahasa. Tehnik cuplikan yang digunakan adalah tehnik purposive sampling. Tehnik Pengumpulan data dengan mengkaji dokumen dan wawancara. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam Alkitab Dua Bahasa yang berjudul Alkitab Kabar Baik Good News terdapat 84 ungkapan budaya. Ungkapan budaya tersebut diklassifikasi berdasarkan klassifikasi budaya Koentjaraningrat yaitu Bahasa, system pengetahuan, organisasi sosial, system peralatan hidup dan tehnologi, system mata pencaharian hidup, system religi, dan kesenian. Hasil lengkap klasifikasi budaya tersebut adalah sebagai berikut: Bahasa 27 data (32,1%), system pengetahuan 1 data (1,1%), organisasi sosial 11 data (13, 1%), system peralatan hidup dan tehnologi 12 data (14,3%), system mata pencaharian hidup 4 data (5%), system religi 28 data (33,3%), dan kesenian 1 data (1,1%). Dari kajian yang dilakukan terhadap tehnik terjemahan, terindintifikasi tehnik yang digunakan dalam menerjemahkan ungkapan budaya adalah sebagai berikut: padanan lazim 27 data (32%), pinjaman alamiah 22 data (26%), peminjaman murni 5 data (5,%), reduksi 1 data (1%), partikularisasi 6 data (6,0&), modulasi 6 data (6,0%), generalisasi 8 data (8,0%), penambahan sebanyak 2 data (2,0%), deskripsi 2 data (2,0%), adaptasi 3 data (3,0%), dan variasi 2 data (2,0%). Dalam menerjemahkan ungkapan budaya, penerjemah lebih banyak menggunakan kesepadanan lazim karena antara bentuk asli ungkapan bsu dengan ungkapan bsa sudah lazim berterima.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: fifit puspitasar
    Date Deposited: 22 Apr 2016 13:56
    Last Modified: 22 Apr 2016 13:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25412

    Actions (login required)

    View Item