Pengaruh Simvastatin terhadap kadar MMP9 Serum, % Neutrofil Sputum, Skor CAT, dan Nilai %VEP1 pada PPOK Stabil

Juliana, Indah (2016) Pengaruh Simvastatin terhadap kadar MMP9 Serum, % Neutrofil Sputum, Skor CAT, dan Nilai %VEP1 pada PPOK Stabil. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (214Kb) | Preview

    Abstract

    Latar belakang: Inflamasi PPOK bersifat persisten dan progresif. Inhalasi kronik asap rokok menyebabkan infiltrasi neutrofil ke saluran napas, mensekresi sitokin, kemokin proinflamasi, dan protease terutama MMP-9. Abnormalitas struktur menyebabkan hiperinflasi dan tanda obstruksi, dinilai dengan skor CAT dan nilai %VEP1. Simvastatin diharapkan dapat menghambat inflamasi PPOK. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh simvastatin terhadap kadar MMP-9 serum, persentase neutrofil sputum, skor CAT, dan %VEP1 PPOK stabil. Metode: Rancangan penelitian adalah uji klinis quasi experimental, pre dan post design pada pasien PPOK stabil di poliklinik RSUD Dr. Moewardi Surakarta, diambil secara consecutive sampling, diberikan perlakuan simvastatin 1x20 mg dan plasebo selama 4 minggu. Inflamasi diukur berdasarkan persentase neutrofil sputum dan kadar MMP-9 serum, penilaian klinis diukur dengan CAT dan %VEP1. Analisis data berdistribusi normal menggunakan uji paired t test atau independent sample t test dan wilcoxon signed rank test atau mann-whitney test jika tidak normal. Hasil: Subyek penelitian terdiri dari 33 laki-laki dan 1 wanita mulai Agustus sampai Oktober 2015. Empat pasien diskontinyu karena eksaserbasi (1), meninggal dunia (1), dan tidak patuh minum obat (2) sehingga totalnya 30 pasien laki-laki. Tidak ada perbedaan signifikan distribusi umur, derajat merokok, komorbid, dan pengelompokan PPOK pada kedua kelompok (p>0,05). Penurunan rerata selisih neutrofil sputum dan skor CAT terjadi pada simvastatin dibandingkan plasebo (-10,67+39,44 vs 15,07+29,28; -1,73+4,74 vs 0,40+9,28) dengan p>0,05. Penurunan selisih %VEP1 pada simvastatin vs plasebo (-1,36+7,77 vs -1,31+7,82) tidak berbeda bermakna. Peningkatan MMP-9 tejadi pada simvastatin dan plasebo (587,69±752,26 vs 143,41±459,75) meskipun juga tidak bermakna. Kesimpulan: Berdasarkan penurunan neutrofil sputum dan skor CAT, simvastatin dapat mengurangi inflamasi saluran napas dan memperbaiki kualitas hidup pasien PPOK, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar MMP-9 serum dan %VEP1. Kata kunci : simvastatin, MMP-9, neutrofil sputum, CAT, VEP1, PPOK

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: dina m
    Date Deposited: 21 Apr 2016 18:58
    Last Modified: 21 Apr 2016 18:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25377

    Actions (login required)

    View Item