Model Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Rakyat Berstandar Sertifikasi Ekolabel di Kabupaten Magetan

SUPRAPTO, TEGUH (2016) Model Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Rakyat Berstandar Sertifikasi Ekolabel di Kabupaten Magetan. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (42Kb) | Preview

    Abstract

    Model Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Rakyat Berstandar Sertifikasi Ekolabel di Kabupaten Magetan, Tesis : Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dibimbing oleh PRABANG SETYONO dan AL. SENTOT SUDARWANTO Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan menganalisis kondisi awal KTHR Lawu Manunggal dari sisi kelambagaan dan administrasinya sebelum dilakukan pemberdayaan untuk mendapatkan sertifikat ekolabel, (2) mengidentifikasi kriteria dan indikator yang dibutuhkan agar KTHR Lawu Manunggal bisa mendapatkan sertifikat ekolabel menurut standar LEI dan (3) untuk mengetahui dan menganalisis model pemberdayaan KTHR Lawu Manunggal sampai mendapatkan sertifikat ekolabel. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif mengambil lokasi di KTHR Lawu Manunggal yang memiliki wilayah kelola hutan rakyat pada lima desa di Kecamatan Panekan dan Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Pemilihan responden untuk wawancara dan FGD menggunakan metode sampel terpilih (purposive sampling), dimana dalam penentuannya menggunakan cara bola salju bergulir ( snow ball effect). Hasil dari data primer maupun sekunder diolah dan membuat hasil-hasil temuan lapang dalam bentuk tema-tema yang saling berkaitan satu sama lainnya, kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian selanjutnya menyimpulkan bahwa kondisi awal KTHR Lawu Manunggal sebelum dilakukan pemberdayaan belum memiliki kelembagaan dan dokumen yang baik. Untuk mendapatkan sertifikat ekolabel perlu menyiapkan dokumen aspek produksi, ekologi dan sosial. Model pemberdayaan kelompok tani hutan rakyat berstandar sertifikasi ekolabel dalam implementasinya membutuhkan suatu input, proses dan output. Input utama yang dibutuhkan adalah keberadaan atau kondisi hutan, ketersediaan SDM, dan ekspektasi KTHR (masyarakat), sedangkan output utamanya berupa kepastian wilayah kelola hutan, kelembagaan pengelola hutan, sertifikat ekolabel, dan pengakuan publik atas kinerja pengelolaan hutan secara lestari. Adapun model pemberdayaan dari sisi proses terdapat 7 (tujuh) tahapan yang dilakukan yakni: (1) identifikasi pemangku kepentingan, (2) sosialisasi sertifikasi ekolabel, (3) penentuan satuan wilayah kelola, (4) menyiapkan kelembagaan kelompok, (5) pendampingan untuk menata manajemen dan menghasilkan dokumen aspek produksi, ekologi dan sosial, (6) penilaian lapang, dan (7) pengambilan keputusan dari Lembaga Sertifikasi. Pemberdayaan yang dilakukan untuk mendapatkan sertifikat ekolabel mampu menguak potensi dan membangkitkan kesadaran petani akan gambaran riil potensi – potensi yang dimiliki sekaligus ancaman dan kelemahan bagi kelestarian hutan mereka dimasa mendatang. Kata kunci: pemberdayaan, hutan rakyat, sertifikasi ekolabel, kelestarian produksi, kelestarian ekologi dan kelestarian sosial

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > SD Forestry
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: khoirun nisa
    Date Deposited: 20 Apr 2016 20:06
    Last Modified: 20 Apr 2016 20:06
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25309

    Actions (login required)

    View Item