MAKNA PERUBAHAN BENTUK KRIYA KAYU KARYA SOEKARNO

SUHARTO, (2016) MAKNA PERUBAHAN BENTUK KRIYA KAYU KARYA SOEKARNO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (225Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Suharto.NIM:S.701008011. 2015. “Makna Perubahan Bentuk Kriya Kayu Karya Soekarno”.Pembimbing I. Prof.Dr. Nanang Rizali, M.SD. Pembimbing II. Dr. Wakit Abdullah, M.Hum. Tesis. Program Studi Kajian Budaya Pascasarjana Fakultas Sastra dan Seni Rupa.Universitas Sebelas Maret Surakarta. Fenomena yang berkembang sampai saat ini bahwa minat belajar kriya ukir semakin menurun. Hal ini menjadi pandangan tersendiri buat Soekarno sehingga timbul keinginan dengan idealismenya bersikap kokoh mempertahankan aktifitas kriya pada masyarakat Jepara,melalui cipta karya kriya sebagai upaya melestarikandanmengembangkan budaya ukir Jepara. Dari latar belakang yang adaditemukan pokok masalah:bagaimanakah konsep, proses penciptaanwujud kriyakarya Soekarno yang memberikan makna perubahan. Penelitian ini menggunakan teori modernitas, melalui pendekatan interdisiplin dan penggalian data dalam penelitian ini bersifat kualitatif interpretatif. Fokus penelitian adalah karya kriya kayu dan Soekarno sebagai sumber data dengan latar penelitian di Jepara. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terstruktur dengan penyusunan jadwal kerja penelitian berupa matrik, serta penggunaan dokumen tertulis dan dokumentasi audio, video. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara validitas silang atau triangulasi kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analitik antropologi sosial dengan model interaktif tiga model alir, (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) Penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan latar konsep Soekarno dalam penciptaan karyatimbul akibat gejolak sosial yangdibenturkan dengan pengalaman batin/psikologiserta perspektif keindahan dalam dimensi spiritual. Penciptaankriya kayu Soekarno berlangsung dari tahun 1970-1990 kemudian mengalami masa reduksi karya dari tahun 1991-1993, perubahan signifikan terjadi antara tahun 1994-2000 dan fase produktif 2001-2015. Wujud kriya karya Soekarno secara khusus dapat diklasifikasikan dalam lima tahap yakni tradisi, reduksi, transisi, eksistensi, konsistensi dengan tiga temacipta yakni alam, kontemporer, dan feminisme sebagai acuan dalam konsep karya. Adapun makna perubahan bentuk kriya merupakan akibat dari gejolak sosial yang kemudian dibenturkan dengan pengalaman pribadi batin dalam dimensi spiritual.Soekarno ingin menunjukkan jati diri sebagai kriyawan. Namun pada sisi lain ia ingin memposisikan dirinya pada status sosial yang lebih t inggi yaitu dari status sosial sebagai borjuis muda baru menjadi borjuis muda . Kata kunci: Makna, Perubahan, Bentuk, Kriya.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Kajian Budaya
    Depositing User: fauzi ahmad
    Date Deposited: 20 Apr 2016 15:52
    Last Modified: 20 Apr 2016 15:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25285

    Actions (login required)

    View Item