PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN DI KOTA SALATIGA DENGAN PENDEKATAN TIPOLOGI KLASSEN

Mualif, Eye (2010) PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN DI KOTA SALATIGA DENGAN PENDEKATAN TIPOLOGI KLASSEN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1442Kb)

    Abstract

    Pembangunan diartikan sebagai proses multidimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap-sikap mental yang sudah terbiasa, dan lembaga-lembaga nasional termasuk pula percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan dan pemberantasan kemiskinan yang absolut ( Suryana, 2000 ) . Keberhasilan suatu usaha pembangunan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dari pengalaman negaranegara yang sekarang sudah maju, keberhasilan pada dasarnya dipengaruhi oleh dua unsur pokok, yaitu unsur ekonomi dan unsur non ekonomi. Pembangunan ekonomi bisa diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat ( Arsyad, 2004 ) . Pembangunan ekonomi Indonesia tentu tidak terlepas dari kontribusi pembangunan daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Dengan diberlakukannya otonomi daerah maka pembangunan ekonomi tidak hanya terpusat dikelola oleh negara tetapi negara lebih memberikan keleluasaan kepada daerah untuk mengembangkan kegiatan ekonominya. Otonomi daerah disatu pihak harus menjamin lancarnya pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional di daerah, dan di lain pihak terbukanya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi ekonomi di daerahnya. Dengan demikian otonomi daerah akan membawa masyarakat ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dari waktu ke waktu. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terdiri dari beberapa kabupaten dan kota yang mempunyai potensi berbedabeda. Dalam pikiran kita mungkin pertanian identik dengan lahan yang luas tetapi bagaimana kondisinya jika pertanian suatu daerah mempunyai lahan yang tidak begitu luas? Kota Salatiga yang terletak di kaki Gunung Merbabu merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang wilayahnya tidak luas, hanya 5.678,11 Ha atau sekitar 0,17 % dari luas wilayah Jawa Tengah. Pembangunan daerah di Kota Salatiga berdasarkan visi yang telah ditetapkan yaitu : Salatiga lebih maju dan harmonis, dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk mewujudkan visi tersebut maka dapat dijabarkan dalam misi sebagai berikut : 1. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih maju dari berbagai aspek politik, sosial budaya, dan ekonomi, 2. Mewujudkan prasaranan dan sarana kota yang lebih memadai, 3. Mewujudkan kota yang bersih, indah dan hijau, 4. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, 5. Mewujudkan ketertiban dan keamanan, dengan mengutamakan asas kepastian hukum, keterbukaan, bertanggung jawab, responsif dan partisipatif. Ekonomi merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan sesuai dengan visi pertama di atas. Ditinjau dari aspek ekonomi Kota Salatiga mempunyai 9 sektor perekonomian yaitu sektor pertanian; pertambangan dan penggalian; industri pengolahan; listrik, gas dan air minum; bangunan; perdagangan, hotel dan restoran; pengangkutan dan komunikasi; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; dan jasa-jasa. Dengan demikian, salah satu usaha untuk meningkatkan sektor perekonomian adalah dengan mengembangkan sektor pertanian. Masing-masing sektor perekonomian tersebut memberikan kontribusi terhadap pembentukan PDRB. Besarnya kontribusi terhadap pembentukan PDRB dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kontribusi PDRB Sektor Perekonomian Kota Salatiga Tahun 2005-2008 ( % ) Atas Dasar Harga Konstan 2000 Lapangan Usaha Tahun 2005 2006 2007 2008 Rata-rata Pertanian 6,50 5,91 6,05 6,15 6,15 Pertambangan dan penggalian 0,07 0,07 0,07 0,06 0,07 Industri Pengolahan 20,88 21,18 21,26 20,59 20,98 Listrik, Gas dan Air minum 4,97 5,06 5,03 5,28 5,09 Bangunan 5,38 5,47 5,57 5,74 5,54 Perdagangan, Hotel & Restoran 18,94 19,03 19,05 19,11 19,03 Pengangkutan & Komunikasi 14,32 14,76 15,01 15,27 14,84 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 9,49 9,33 9,39 9,67 9,47 Jasa-jasa 19,45 19,19 18,58 18,13 18,84 Jumlah 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 Sumber : BPS Kota Salatiga Tahun 2008 Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa kontribusi PDRB terbesar berasal dari sektor industri pengolahan disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran dan jasa-jasa. Sedangkan sektor pertanian menempati urutan 6. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB menurun pada tahun 2005 dari 6,50 % menjadi 5,91 % pada tahun 2006. Setelah itu mengalami peningkatan yang pada tahun 2007 menjadi 6,05% dan 2008 menjadi 6,15 %. Selain dari kontribusi sektor perekonomian, indikator majunya perekonomian juga dapat dilihat dari laju pertumbuhan sektor perekonomian. Pada Tabel 2 disajikan laju pertumbuhan sektor perekonomian di Kota Salatiga. Tabel 2. Laju Pertumbuhan Sektor Perekonomian Kota Salatiga Tahun 2005-2008 ( % ) Atas Dasar Harga Konstan 2000 Lapangan Usaha Tahun2005 2006 2007 2008 Rata-rata Pertanian -1,13 -5,34 7,86 6,67 2,02 Pertambangan dan penggalian 43,30 2,94 1,78 0,34 1,69 Industri Pengolahan 5,01 5,68 5,78 1,65 4,53 Listrik, Gas dan Air minum 9,51 6,20 4,75 10,16 7,66 Bangunan 6,70 5,85 7,30 8,23 7,02 Perdagangan, Hotel & Restoran 5,30 4,67 5,48 5,30 5,19 Pengangkutan & Komunikasi 6,39 7,39 7,15 6,86 6,95 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 0,57 2,38 6,14 8,04 4,28 Jasa-jasa 2,14 2,75 2,02 2,48 2,35 Jumlah 4,15 4,17 5,39 4,98 4,67 Sumber : BPS Kota Salatiga Tahun 2008 Laju pertumbuhan sektor perekonomian Kota Salatiga rata-rata dari tahun 2005-2008 yang terbesar adalah sektor Listrik, Gas dan Air Minum. Sedangkan laju pertumbuhan yang paling lambat adalah sektor pertambangan dan penggalian yaitu rata-rata sebesar 1,69 % disusul sektor pertanian yang rata-rata sebesar 2,02 %. Rendahnya kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB dan laju pertumbuhan yang lambat mengakibatkan sektor pertanian di Kota Salatiga jauh tertinggal dari sektor perekonomian yang lain. Untuk itu, diperlukan pengembangan agar sektor pertanian mengalami kemajuan. Dalam penelitian ini akan diklasifikasikan sektor pertanian dengan menggunakan pendekatan Tipologi Klassen dan dirumuskan bagaimana pengembangannya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Ardhi Permana Lukas
    Date Deposited: 12 Jul 2013 15:59
    Last Modified: 12 Jul 2013 15:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2525

    Actions (login required)

    View Item