RAme Ngarep Antar dan Intra Kelas Pada Masyarakat Petani (Studi Etnografi Perlawanan Sehari-hari Antar dan Intra Kelas Pada Masyarakat Petani di Desa Karungan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen)

SAPUTRO, AGUS (2016) RAme Ngarep Antar dan Intra Kelas Pada Masyarakat Petani (Studi Etnografi Perlawanan Sehari-hari Antar dan Intra Kelas Pada Masyarakat Petani di Desa Karungan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (40Kb) | Preview

    Abstract

    Perlawanan kaum tani ada pada setiap masa, tetapi wujudnya saja yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah memberi gambaran perlawanan sehari-hari antar dan inter kelas petani dalam proses produksi pertanian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konflik yang dikembangkan oleh Randall Collins. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode etnografi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu masyarakat petani yang terdiri dari kelas kapital, borjuis kecil, manajer dan pekerja. Kapital yaitu petani menggarap lahan luas, borjuis kecil yaitu petani penggarap lahan sempit, manajer yaitu ketua kelompok buruh tandur, pekerja yaitu buruh tani, serta dokumen yang terkait dengan penelitian. Teknik pengambilan sampel digunakan oleh penulis adalah purposive sampling dengan strategi variasi maksimal. Informan berjumlah 8 terbagi menjadi 4 kelas, yakni kapital, borjuis kecil, manajer dan pekerja. Teknik pengumpulan data primer digunakan adalah wawancara dan observasi. Sedangkan untuk data sekunder, menggunakan teknik kepustakaan dan literatur terkait. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis domain yang terdiri dari tiga unsur, yakni pencakup (cover term), tercakup dan hubungan semantik tunggal. Teknik validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Karungan dibedakan menjadi empat kelas berdasarkan luas hak milik, hak garap dan peran dalam kegiatan bercocok tanam padi. Kepemilikan sumber daya berupa hak milik, hak garap tanah dan tenaga kerja menjadi sumber terjadinya konflik antara pemberi kerja dengan pekerja. Wujud perlawanan antar kelas tidak terbuka dengan kekerasan tetapi dengan sistem, yakni sistem “borong/tebas” untuk ikatan kerja dan sistem “tuku mongso/mangsan” untuk hak garap lahan. Perlawanan intra kelas petani di Desa Karungan cenderung jarang terjadi, dikarenakan dilingkup antar kelas sudah ada perubahan dalam hal aturan ikatan kerja dan hak garap tanah sehingga masing-masing orang sudah tahu hak serta kewajibannya. Kemenangan perlawanan antar kelas tidak serta merta menjadi milik pemegang sumber daya material terbesar. Dengan membangun solidaritas, kelas pekerja menjadi pemenang dalam pertentangan kepentingan, misalkan dalam pengupahan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Sosiologi - S2
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 19 Apr 2016 17:54
    Last Modified: 19 Apr 2016 17:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25246

    Actions (login required)

    View Item