PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI (Penelitian Tindakan Kelas Dilakukan Pada Siswa Kelas X IS 1 SMA Negeri 2 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2014/2015)

HIDAYAT S., RYAN (2016) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI (Penelitian Tindakan Kelas Dilakukan Pada Siswa Kelas X IS 1 SMA Negeri 2 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2014/2015). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (950Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) dengan pendekatan scientific pada pokok bahasan Relasi dan Fungsi kelas X IS 1 SMA Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan scientific. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data hasil belajar matematika siswa yang terdiri dari tiga ranah yaitu ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Data hasil belajar matematika siswa ranah sikap diperoleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran, penilaian antarteman, dan penilaian diri. Data hasil belajar matematika siswa ranah pengetahuan diperoleh dari hasil kuis dan tes akhir siklus. Data hasil belajar matematika siswa ranah keterampilan diperoleh dari hasil tes dengan aspek yang dinilai adalah keterampilan pemecahan masalah matematika. Indikator keberhasilan pada penelitian ini antaralain untuk hasil belajar matematika siswa ranah sikap yaitu setidaknya 75% siswa memperoleh nilai dengan kategori Sangat Baik (SB) dan tidak ada siswa yang meperoleh nilai dengan kategori kurang dari Baik (B). Indikator keberhasilan untuk hasil belajar matematika siswa ranah pengetahuan dan ranah keterampilan adalah setidaknya 75% siswa memperoleh nilai dengan kategori lebih dari atau sama dengan B+ dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai kurang dari B-. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan scientific dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Langkah pembelajarannya yaitu: a) Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen di mana setiap kelompok terdiri dari 4 orang. b) Siswa dibagikan LKS kemudian siswa mencermati bacaan atau permasalahan terkait materi relasi dan fungsi pada LKS. Pada tahap ini dimungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar mengamati. c) Setelah mengamati diharapkan muncul pertanyaan pada diri siswa dan siswa diberi kesempatan untuk bertanya. Pada tahap ini siswa mengalami pengalaman belajar menanya. d) Siswa mengerjakan LKS dengan berdiskusi dan diarahkan membuka buku atau referensi lain sebagai tambahan informasi. Pada tahap ini siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman belajar menggali informasi. e) Siswa mengerjakan dan menyimpulkan pekerjaan di LKS dengan menyatukan pendapat anggota kelompok serta mempertimbangkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Pada tahapan ini siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman vii belajar mengasosiasi. f) Siswa mempresentasikan hasil diskusi. Pada tahap ini dimungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar mengkomunikasi. g) Siswa mengerjakan kuis secara individu. h) Guru memberikan penghargaan kepada tiga kelompok terbaik berdasarkan capaian kuis. Peningkatan sebagai berikut, untuk hasil belajar matematika siswa pada ranah sikap, banyaknya siswa yang memperoleh nilai dengan kategori Sangat Baik (SB) meningkat dari 25% menjadi 81,25% pada siklus II dan banyaknya siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang dari Baik (B) menurun dari 31,25% menjadi tidak ada siswa yang memperoleh nilai kurang dari B pada siklus II. Hasil belajar matematika siswa pada ranah pengetahuan, banyaknya siswa yang memperoleh nilai dengan kategori lebih dari atau sama dengan B+ meningkat dari 25% menjadi 78,13% pada siklus II dan banyaknya siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang dari kurang dari B- menurun dari 40,62% menjadi tidak ada siswa yang memperoleh nilai kurang dari B- pada siklus II. Untuk hasil belajar matematika siswa pada ranah keterampilan, banyaknya siswa yang memperoleh nilai dengan kategori lebih dari atau sama dengan B+ meningkat dari 18,75% menjadi 75% pada siklus II dan banyaknya siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang dari kurang dari B- menurun dari 43,75% menjadi tidak ada siswa yang memperoleh nilai kurang dari B- pada siklus II. Kata kunci: Student Teams-Achievement Divisions (STAD), pendekatan scientific, hasil belajar

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: dian pratiwi
    Date Deposited: 20 Apr 2016 20:13
    Last Modified: 20 Apr 2016 20:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25193

    Actions (login required)

    View Item