Implementasi Metode Palmer untuk Analisis Kekeringan pada Daerah Aliran Sungai Temon Kabupaten Wonogiri

WAHYU P P, JULIAN (2016) Implementasi Metode Palmer untuk Analisis Kekeringan pada Daerah Aliran Sungai Temon Kabupaten Wonogiri. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (14Kb) | Preview

    Abstract

    Implementasi Metode Palmer untuk Anailsis Kekeringan pada Daerah Aliran Sungai Temon Kabupaten Wonogiri, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Salah satu sumber daya alam yang paling penting dalam kehidupan serta dapat diperbaharui adalah air. Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui melalui siklus hidrologi, dimana siklus hidrologi tersebut sangat dipengaruhi oleh iklim suatu wilayah. Perbedaan iklim disetiap wilayah menjadi penyebab bayak sedikitnya air yang terdapat di wilayah tersebut. DAS Temon yang terdapat di wilayah Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah salah satunya yang mengalami kekeringan. Kekeringan disebabkan oleh terjadinya defisit air yang terjadi di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ketersediaan air dengan menggunakan Metode Mock serta indeks kekeringan dengan menggunakan Metode Palmer, juga akan dilanjutkan dengan kriteria kekeringan berdasarkan debit yang mana terdiri dari debit normal rerata (Q50rerata) dan debit andalan rerata (Q80rerata) terhadap kriteria kekeringan Palmer. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukan bahwa potensi ketersediaan air yang dibawah threshold Q50rerata sebesar 1,0774 m3/ det terjadi pada Juni sampai dengan November kecuali pada tahun 2010 dan 2013. Namun berdasarkan threshold Q80rerata sebesar 0,3842 m3/ det , tidak adanya ketersediaan air hanya pada Agustus, September dan Oktober, kecuali pada tahun 2010 dan 2013 memiliki ketersediaan air yang berbeda dari tahun-tahun yang lainnya. Kekeringan yang terjadi pada DAS Temon kurang dari threshold Q50rerata maupun threshold Q80rerata hampir sama tiap tahunnya yaitu terjadi selama tiga sampai lima bulan. Begitu pula berdasarkan indeks kekeringan Palmer kekeringan cukup tinggi terjadi pada tahun 2006 dan 2007 terjadi kekeringan dimana besaran indeks Palmer pada 2006 berkisar antara -13,157 yang setara dengan amat sangat kering sampai dengan 0,000 yang setara dengan kering, sedangkan pada 2007 berkisar antara -10,718 yang setara dengan amat sangat kering sampai dengan 0,000 yang setara dengan kering. Kriteria kering berdasarkan data debit dan Palmer menunjukkan hasil yang tidak terlalu jauh, dimana jika debit kurang dari 0.204 m3/det setara dengan indeks kekeringan Palmer ≤ (-4) yang berarti amat sangat kering, bila besarnya debit tersedia 0,207 m3/det sampai dengan 0,291 m3/det setara dengan indeks kekeringan Palmer (-3) – (-3,99) yang berarti sangat kering, dan jika debit 0,291 m3/det < Qtersedia < 1,077 m3/det setara dengan indek kekeringan Palmer 0 – (-2,99) yang berarti kering.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: fifit puspitasar
    Date Deposited: 18 Apr 2016 11:31
    Last Modified: 18 Apr 2016 11:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25121

    Actions (login required)

    View Item