PERANAN BERBAGAI SUMBER SITOKININ ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN IN VITRO PISANG BARANGAN (MUSA ACUMINATA)

Tri Hartanto, Nugroho (2016) PERANAN BERBAGAI SUMBER SITOKININ ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN IN VITRO PISANG BARANGAN (MUSA ACUMINATA). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (729Kb) | Preview

    Abstract

    Pisang adalah buah dengan produksi terbesar tahun 2014. Menurut BPS (2014) produksi buah pisang mencapai 6,86 juta ton. Produksi buah massal membutuhkan bibit tanaman dalam jumlah yang besar. Penanaman dengan bibit anakan dalam skala besar akan sulit dilakukan karena jumlah anakan tiap rumpun pisang terbatas. Kultur jaringan adalah salah satu teknik pembibitan untuk menghasilkan bibit tanaman yang seragam dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang cepat. Kandungan dari media kultur jaringan mempengaruhi arah pertumbuhan dari eksplan tanaman. Untuk mempercepat pertumbuhan eksplan, dalam media ditambahkan zat pengatur tumbuh (ZPT). Sitokinin merupakan ZPT yang mendorong pembelahan tanaman. Beberapa macam sitokinin merupakan sitokinin alami (misal : kinetin, zeatin) dan beberapa lainnya merupakan sitokinin sintetik. Sitokinin alami dihasilkan pada jaringan yang tumbuh aktif terutama pada akar, embrio dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ZPT alami sumber sitokinin terhadap pertumbuhan in vitro pisang barangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015 – Juni 2015 di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Petanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 adalah media yang digunakan yaitu MS dengan 3 taraf : 1 MS, ½ MS, dan ¼ MS. Faktor 2 adalah sumber sitokinin yang digunakan dengan 5 taraf yaitu : BAP 3 ppm sebagai kontrol, 200gL-1 ekstrak kecambah kedelai putih, 200gL-1 ekstrak bonggol pisang ambon, 200gL-1 ekstrak stolon alang-alang, 200gL-1 ekstrak buah tomat. Variabel pengamatan berupa saat muncul akar pertama, saat muncul daun, saat muncul tunas, pertambahan bobot plantlet, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar plantlet. Hasil penelitian menunjukkan sitokinin yang digunakan memberikan pengaruh pada beberapa variabel pengamatan yaitu saat muncul akar, pertambahan bobot, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar. Dari beberapa variabel respon, pengaruh yang diberikan oleh beberapa sitokinin berturut-turut dari yang paling baik adalah BAP 3ppm, ekstrak tomat, ekstrak stolon alang-alang, ekstrak bonggol pisang, dan terakhir ekstrak kedelai. Sitokinin alami yang digunakan tidak memberikan pengaruh terhadap munculnya tunas baru.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QD Chemistry
    Q Science > QK Botany
    S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Ana Ana Ana
    Date Deposited: 17 Apr 2016 14:46
    Last Modified: 17 Apr 2016 14:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25055

    Actions (login required)

    View Item