PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP ANTARA PASIEN RINOSINUSITIS KRONIS TIPE DENTOGEN DAN TIPE RINOGEN DI RUMAH SAKIT SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA

Kumala, Ika Mar'atul (2016) PERBANDINGAN KUALITAS HIDUP ANTARA PASIEN RINOSINUSITIS KRONIS TIPE DENTOGEN DAN TIPE RINOGEN DI RUMAH SAKIT SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (264Kb) | Preview

    Abstract

    Ika Mar’atul Kumala, G0012094, 2015. Perbandingan Kualitas Hidup antara Pasien Rinosinusitis Kronis Tipe Dentogen dan Tipe Rinogen di Rumah Sakit seEks Karesidenan Surakarta. Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang : Rinosinusitis kronis merupakan inflamasi pada mukosa hidung dan sinus yang berlangsung lebih dari 12 minggu. Berbagai gejala yang muncul akan berpotensi menyebabkan penurunan kualitas hidup penderitanya. Berdasarkan penyebabnya, rinosinusitis kronis dibedakan menjadi tipe dentogen dan tipe rinogen. Masing-masing memiliki kecenderungan gejala yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor kualitas hidup pada rinosinusitis kronis tipe dentogen dan tipe rinogen berdasarkan gejala yang terjadi pada kedua kelompok. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 14 pasien rinosinusitis kronis dentogen dan 14 pasien rinosinusitis rinogen yang diambil dengan metode consecutive sampling di Poliklinik THT RSUD Moewardi, RSUD Karanganyar, RSUD Boyolali, dan RSUD Wonogiri. Diagnosis pasien berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, rontgen panoramic (untuk pasien yang terindikasi infeksi gigi), dan skin prick test. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner SNOT-20. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan dan uji Mann-Whitney. Hasil Penelitian : Didapatkan rata-rata skor SNOT-20 pada tipe rinogen lebih tinggi daripada tipe dentogen. Nilai p sebesar 0,214 pada analisis perbedaan skor total SNOT-20 menggunakan uji Mann-Whitney, menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Nilai p > 0,5 atau perbedaan tidak bermakna juga didapatkan pada skor domain hidung (p = 0,261), telinga dan wajah (p = 0,229), gangguan tidur (p = 0,487), dan psikososial (p = 0,539) menggunakan uji t tidak berpasangan. Simpulan : Rata-rata skor kualitas hidup pada kelompok rinogen lebih buruk daripada kelompok dentogen, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Kata Kunci : kualitas hidup, rinosinusitis kronis, dentogen, rinogen, SNOT-20

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: yulia nurhalimah
    Date Deposited: 16 Apr 2016 10:52
    Last Modified: 16 Apr 2016 10:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/25004

    Actions (login required)

    View Item