VALUASI EKONOMI SANITASI PERMUKIMAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA YOGYAKARTA

PRASETYAWATI, NARIS DYAH (2016) VALUASI EKONOMI SANITASI PERMUKIMAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (552Kb) | Preview

    Abstract

    Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajad kesehatan manusia. Parameter dalam penilaian rumah sehat meliputi: komponen rumah, sarana sanitasi dan perilaku. Penyakit berbasis lingkungan adalah penyakit yang sering muncul bersamaan dengan kondisi fasilitas sanitasi yang kurang memadai. Metode valuasi ekonomi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memberikan nilai kuantitatif terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan. Tujuan dari studi valuasi adalah untuk menentukan besarnya nilai Contingent Valuation Method (CVM). Metode CVM merupakan salah satu metode penilaian ekonomi secara langsung melalui pertanyaan kemauan membayar seseorang atau Willingness to Pay (WTP). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta, (2) Mengetahui kondisi ekonomi masyarakat di permukiman di Kota Yogyakarta, (3) Mengetahui hubungan kondisi sanitasi permukiman dan ekonomi terhadap kesehatan masyarakat di Kota Yogyakarta Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain retrospektif. Sampel adalah 597 kepala keluarga di Kota Yogyakarta yang diambil dengan menggunakan teknik multi-stage random sampling. Data kondisi sanitasi rumah yang terdiri dari komponen rumah, sarana sanitasi, perilaku dan keberadaan vektor, diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Sementara, data lingkungan fisik rumah dikumpulkan dengan cara pengukuran, yaitu suhu dan kelembaban menggunakan thermohygrometer, pencahayaan menggunakan lux meter dan kebisingan menggunakan sound level meter). Adapun data valuasi ekonomi yang meliputi kemauan dan kemampuan membayar PDAM, pengelolaan sampah dan pengolahan limbah cair rumah tangga, diperoleh juga dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pada penilaian sanitasi rumah, prosentase rumah sehat sebesar 30,49 % dan rumah kurang sehat 69,51 %. Sementara itu, pada penilaian valuasi ekonomi: (1) WTP untuk PDAM pada kisaran biaya Rp.2.500-Rp.4.000/10 m3 sebanyak 70,19% sedangkan ATP sebesar Rp. 7.585/10m3/bulan. (2) WTP untuk retribusi sampah pada kisaran biaya Rp.2.000-Rp.4.000/bulan sebanyak 59,02% dengan ATP sebesar Rp. 13.594/bulan. (3) WTP untuk pengelolaan limbah cair kisaran biaya Rp.3.000/bulan sebanyak 80,08%, dengan ATP sebesar Rp.2.870/bulan. (4) Sebanyak 38,19 % responden penelitian dengan kondisi rumah yang kurang sehat memiliki penghasilan kurang dari Rp. 1.500.000,- per bulan. Adapun kejadian penyakit karena kondisi lingkungan yang kurang baik dalam kurun waktu tiga bulan terakhir dialami oleh 52,00% responden. Kesimpulan : (1) Kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta termasuk kategori rendah. (2) Kondisi ekonomi masyarakat Kota Yogyakarta termasuk kategori rendah. (3) Kondisi sanitasi permukiman dan ekonomi masyarakat Kota Yogyakarta termasuk kategori rendah, sehingga faktor risiko terjadinya penyakit yang berbasis lingkungan masih tinggi. Kata Kunci : Sanitasi Permukiman, Valuasi Ekonomi, Kesehatan Masyarakat

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: sholikun ikun
    Date Deposited: 16 Apr 2016 09:13
    Last Modified: 16 Apr 2016 09:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24987

    Actions (login required)

    View Item