Diskursus Superhero Film Kamen Rider yang membentuk Cosplayer

MUNIB, JAZULI ABDIN (2016) Diskursus Superhero Film Kamen Rider yang membentuk Cosplayer. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (80Kb) | Preview

    Abstract

    Kamen Rider adalah Pengendara Bertopeng, atau juga dikenal di Indonesia sebagai Ksatria Baja, adalah seri tokusatsu dan film serial fiksi dari Jepang, tokoh dari film Kamen Rider menjadi idola bagi komunitas Cosplay Kamen Rider, ini merupakan representasi karakter tokoh superhero jepang. Popularitas tokoh Kamen Rider berkaitan dengan diskursus Superhero yang dibangun melalui media untuk mendapatkan hegemoni. Dugaan ini didasari pada banyaknya komunitas cosplay, khususnya komunitas pencinta Kamen Rider. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap kejelasan diskursus superhero pada film Kamen Rider dalam membentuk Cosplayer, proses dibangunnya diskursus itu, serta implikasinya terhadap keberlangsungan Cosplayer Kamen Rider khususnya di Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini dilakukan dalam wilayah ilmu Kajian Budaya dengan metode analisis data kualitatif dan teknik analisis data secara deskriptif interpretatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis dengan objek film Kamen Rider dimana pendekatan tersebut mencoba melihat fenomena di dalamnya dengan berbagai faktor yaitu diantaranya hegemoni, interaksi budaya, Public Sphere, dominasi, fashion System, arena dan habitus. Pada konteks inilah, penelitian dalam Film Kamen Rider dalam membentuk Cosplayer menggunakan teori diskursus/wacana Jurgen Habermas, teori semiotika Roland Barthes dan diperkuat dengan teori praktis Pierre Bourdieu dalam menjawab ketiga rumusan masalah. Hasil: Pertama pemilihan Kamen Rider sebagai tokoh yang diwacanakan mempunyai unsur kepahlawan atau superhero yang membawa hegemoni budaya Jepang, kedua, diskursus itu dirancang sebagai dominasi budaya dalam ruang publik, Ketiga, implikasi dari diskursus ini adalah diterimanya secara totalitas budaya jepang melalui film Kamen Rider baik secara individu maupun komunitas, sehingga menjadi sebuah dominasi, identitas, habitus, dan menciptakan arena. Kesimpulan: Diskursus Superhero pada film Kamen Rider adalah sebuah upaya secara individu maupun komunitas Cosplayer untuk mendapatkan identitas sosial dan ruang ideologi agar diterima oleh masyarakat. Kata Kunci: diskursus, ideologi, hegemoni, dominasi, habitus dan arena

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Kajian Budaya
    Depositing User: sholikun ikun
    Date Deposited: 15 Apr 2016 23:41
    Last Modified: 15 Apr 2016 23:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24957

    Actions (login required)

    View Item