PENGARUH FAKTOR NON KEUANGAN DAN KEUANGAN TERHADAP TINGKAT KORUPSI PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA

, ISMUNAWAN (2016) PENGARUH FAKTOR NON KEUANGAN DAN KEUANGAN TERHADAP TINGKAT KORUPSI PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (292Kb) | Preview

    Abstract

    PENGARUH FAKTOR NON KEUANGAN DAN KEUANGAN TERHADAP TINGKAT KORUPSI PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA Fenomena di masyarakat yang mengambarkan akuntanbilitas keuangan belum berjalan sepenuhnya, ini dibuktikan dengan banyaknya korupsi yang semakin tinggi dan adanya kebocoran anggaran. Akuntabilitas kinerja organisasi pemerintah diukur dengan bagaimana pertanggungjawaban keuangan dibuat dan dilakukan. Pengelolaan keuangan di Indonesia masih diwarnai dengan pelangaran hukum, hal ini dapat dilihat dengan peringkat korupsi di Indonesia yang masih menduduki urutan ke-107 dari 174 negara dari negara-negara yang diperiksa oleh Transparency International yang merilis Corruption Perseptions Index (CPI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor non keuangan dan keuangan terhadap tingkat korupsi pada pemerintah daerah di Indonesia tahun 2013.Teknik pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan 50 kabupaten/kota yang telah masuk dalam kriteria sampel tersebut. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan software computer untuk statistik SPSS versi 17.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel Transparasi, Opini, Kapabilitas Internal Auditor, Belanja Modal, Kekayaan Daerah dan Ketergantungan Dana Pemerintah berpengaruh terhadap korupsi. Secara parsial variabel Transparasi, Opini, Kapabilitas Internal Auditor dan Ketergantungan dana pemerintah berpengaruh terhadap korupsi. Adapun Variabel Belanja Daerah dan Keuangan Daerah tidak berpengaruh terhadap korupsi secara parsial. Nilai Adjusted R2 sebesar 0,341. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri Transparasi, Opini, Kapabilitas Internal Auditor, Belanja Modal, Kekayaan Daerah dan Ketergantungan dana pemerintah mampu menjelaskan variabilitas variabel dependen yaitu korupsi sebesar 34,10%. Sementara sisanya 63,90% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ikut terobservasi. Kata Kunci: Transparasi, Opini, Kapabilitas Internal Auditor, Belanja Modal, Kekayaan Daerah, Ketergantungan Dana Pemerintah, Korupsi.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Akuntansi - S2
    Depositing User: sholikun ikun
    Date Deposited: 15 Apr 2016 23:36
    Last Modified: 15 Apr 2016 23:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24956

    Actions (login required)

    View Item