ETNIK MADURA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL KALOMPANG KARYA BADRUL MUNIR CHAIR SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI PERGURUAN TINGGI (Kajian Antropologi Sastra)

Wulandari, Finda Mia (2016) ETNIK MADURA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL KALOMPANG KARYA BADRUL MUNIR CHAIR SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI PERGURUAN TINGGI (Kajian Antropologi Sastra). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (555Kb) | Preview

    Abstract

    Karya sastra bersifat memberi kenikmatan, manfaat, nilai edukasi, dan merupakan hasil rekaman kehidupan yang diimajinasikan. Oleh sebab itu, dapat difungsikan sebagai media memperkenalkan etnik suatu wilayah yang melatari terbentuknya karya sastra. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) unsur budaya Pesisir Madura, (2) wujud budaya Pesisir Madura, (3) nilai pendidikan karakter dalam novel Kalompang karya Badrul Munir Chair, dan (4) relevansinya dengan pembelajaran sastra di perguruan tinggi. Jenis penelitian ini, yakni penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Data diperoleh dari pembacaan intensif pada novel dan wawancara dengan informan, yakni dosen atau praktisi. Sumber data dalam penelitian ini, yakni sumber data primer berupa novel dan sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal, artikel, dan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Unsur kebudayaan dalam novel, meliputi (a) bahasa Madura sebagai alat komunikasi keseharian, perumpaan, jargon, dan bahasa tulis (b) sistem teknologi yang digunakan saat melakukan aktivitas di laut dan darat, (c) sistem pengetahuan yang digunakan saat melakukan aktivitas sosial-ekonomi, dan (d) sistem religi yang mencakup keyakinan, sistem upacara, dan umat yang menganut religi pada masyarakat Pesisir Madura. (2) Wujud kebudayaan, mencakup (a) kompleksitas aktivitas sosial sebagai unsur terluar; aktivitas kekerabatan, ekonomi, pendidikan, keindahan dan reaksi, serta religi masyarakat Pesisir Madura yang terbentuk berdasarkan wujud ide, (b) kompleksitas ide setiap individu dalam masyarakat Pesisir Madura, mencakup (i) hakikat bahwa hidup itu buruk, namun harus berupaya memperbaikinya (ii) hakikat bahwa karya sebagai nafkah hidup dan penghormatan (iii) hakikat manusia harus selaras dengan alam, (iv) hakikat memikirkan waktu masa lalu, kini, dan mendatang, (v) hakikat orang Madura membutuhkan sesamanya, dan (c) Nilai budaya yang merupakan dasar terwujudnya ide, meliputi (i) mengutamakan agama, (ii) penghormatan tinggi pada kiai, (iii) menjujung solidaritas, (iv) memperjuangkan hidup, dan (v) melestarikan budaya. (3) Nilai pendidikan karakter dalam novel, mencakup nilai religius, tanggung jawab, kerja keras, dan peduli sosial. (4) unsur budaya, wujud budaya, dan nilai pendidikan karakter relevan dengan pembelajaran sastra di perguruan tinggi, khususnya pada mata kuliah Antropologi Sastra. Kata kunci : etnik, budaya, nilai karakter, relevansi

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Bahasa Indonesia - S2
    Depositing User: sholikun ikun
    Date Deposited: 15 Apr 2016 22:40
    Last Modified: 15 Apr 2016 22:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24947

    Actions (login required)

    View Item