DAMPAK PENAMBANGAN MINYAK TRADISIONAL TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN HIDUP (Studi Kasus Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora)

JATI, KUKUH PRASETIYO (2016) DAMPAK PENAMBANGAN MINYAK TRADISIONAL TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN HIDUP (Studi Kasus Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (691Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Kukuh Prasetiyo J. S821408003. Dampak Penambangan Minyak Tradisional Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi dan Lingkungan Hidup. Tesis. 2016. Pembimbing I: H. Soegiyanto., II: Ch. Muryani. Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret. Penambangan minyak tradisional di Desa Ledok yang sudah berlangsung dalam waktu lama memberikan dampak yaitu perubahan kondisi masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi. Kegiatan ini juga mengakibatkan pencemaran air sumur yang lokasinya berada di sekitar penambangan. Permasalahan yang diteliti yaitu bagaimana dampak penambangan tradisional terhadap kondisi sosial ekonomi dan lingkungan hidup? Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui kronologi sejarah dan pengelolaan aktivitas penambangan tradisional; (2) untuk mengetahui dampak penambangan tradisional terhadap kondisi sosial ekonomi, dan (3) untuk mengetahui dampak penambangan tradisional terhadap kualitas air. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif sebagai metode utama dan kuantitatif sebagai pendukung. Sumber data adalah para Penambang Desa Ledok, Perangkat Desa Ledok, Pihak Pertamina, dan 6 sampel air sumur di Desa Ledok. Analisis kualitatif dari hasil wawancara dilakukan untuk mengetahui perubahan mata pencaharian, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Analisis laboratorium dilakukan pada sampel untuk mengetahui kualitas kimia air dengan parameter TDS, DO, BOD, COD, pH, dan Minyak. Hasil penelitian adalah (1) penambangan minyak tradisional di Desa Ledok awalnya adalah sumur minyak milik pertamina, setelah hasil produksinya tidak ekonomis sumur minyak tersebut diserahkan kepada masyarakat lokal untuk dikelola secara tradisional. (2) Penambangan minyak tradisional di Desa Ledok merubah pola mata pencaharian penduduk. Sebelum adanya kegiatan penambangan masyarakat bekerja sebagai petani setelah adanya penambangan tradisional mereka beralih pekerjaan sebagai penambang. Setelah adanya kegiatan penambanganan tingkat pendidikan masyarakat meningkat hal ini terlihat dari semakin banyaknya kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Pendapatan masyarkat Desa Ledok juga mengalami peningkatan sebesar 64% dibandingkan dengan hasil pendapatan dari petani. (3) Dampak penambangan terhadap kualitas air yaitu pencemaran air sumur, meliputi pencemaran kualitas fisik yaitu air yang berwarna keruh, berbau, dan berasa dan pencemaran kualitas kimia yaitu nilai TDS, DO, BOD, COD, pH dan Minyak yang melebihi ambang batas pencemaran. Pertamina dan Perangkat Desa Ledok wajib memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang bekerja sebagai penambang tentang pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan penambangan tradisional supaya memperoleh hasil maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Kata Kunci: Pertambangan, Dampak Sosial Ekonomi dan Lingkungan hidup

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > PKLH
    Depositing User: bibid widodo
    Date Deposited: 15 Apr 2016 20:52
    Last Modified: 15 Apr 2016 20:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24932

    Actions (login required)

    View Item