PERANAN GRAPHIC DESIGNER DAN ART DIRECTOR DALAM PEMBUATAN KONTEN WEB E-COMMERCE (LOYALITYSTORE.COM) DAN IKLAN DI DJONGNESIA NETWORK

utomo, septian budi (2016) PERANAN GRAPHIC DESIGNER DAN ART DIRECTOR DALAM PEMBUATAN KONTEN WEB E-COMMERCE (LOYALITYSTORE.COM) DAN IKLAN DI DJONGNESIA NETWORK. Other thesis, universitas sebelas maret.

[img]
Preview
PDF
Download (460Kb) | Preview

    Abstract

    Pesatnya perkembangan bisnis dalam era globalisasi ini mengharuskan pelaku usaha untuk bersaing sangat ketat. Membanjirnya produk-produk baru dan masyarakat yang semakin selektif dalam memilih produk yang akan digunakannya mengakibatkan semakin ketatnya persaingan, hal tersebut mengharuskan para pelaku usaha untuk melihat dengan sangat jeli keunggulan produk usahanya, dan memanfaatkan celah dan peluang dengan sangat baik sehingga memperoleh hasil yang maksimal dan menempatkan produk tersebut dalam posisi yang utama. Tak hanya dapat menempati posisi utama saja, tetapi perusahaan juga dituntut untuk memberikan inovasi-inovasi baru dan strategi kreatif guna mempertahankan posisinya. Salah satunya adalah dengan promosi produk karena promosi produk sangat berpengaruh dalam upaya mempertahankan keunggulan produk dan merebut pangsa pasar yang dituju. Meskipun tanpa disadari para pelaku usaha didunia periklanan akan terus bersaing secara positif dalam memberikan kreatifitas yang terbaik untuk memuaskan para kliennya. Dengan demikian periklanan di Indonesia akan semakin maju dan berkembang serta menghasilkan para kreator didunia karya seni iklan yang semakin baik dan berkualitas dari masa ke masa. Berkembangnya industri periklanan di Indonesia dapat dilihat dari banyaknya jumlah iklan yang kita jumpai setiap hari. Mulai dari media cetak, elektronik, digital, bahkan ambient media. Tak heran jika ada banyak brand berusaha menjejali konsumen dengan iklan mulai dari pagi bangun tidur hingga malam menjelang tidur. Walaupun masih ada perdebatan mengenai efektivitas iklan, faktanya hampir semua perusahaan mau mengeluarkan ratusan bahkan miliaran rupiah untuk memproduksi dan menayangkan iklan. Membuat iklan bukan kegiatan berbagi secara cuma-cuma melainkan investasi. Tentunya mereka mengharapkan feedback dari investasi tersebut. Untuk menjadi efektif sebuah iklan memang membutuhkan kreativitas. Ada banyak produk yang sama beredar di pasar dan menggunakan tehnik yang sama. Disinilah tugas agensi iklan untuk membuat perbedaan dengan menghasilkan ide kreatif dan unik. Karena iklan dengan ide kreatif menarik perhatian khalayak dan menciptakan perbincangan yang tentunya meningkatkan penjualan. Dunia telah berubah dan manusia juga berubah. Saat ini bentuk media sudah berkembang, yang dulunya hanya sebatas media konvensional berganti menjadi digital. Waktu yang dihabiskan masyarakat untuk akses internet lebih banyak dan terus meningkat dibanding menonton televisi. Kemunculan media sosial memberikan dampak perubahan cepat bagi perusahaan iklan untuk berinovasi. Belakangan ini kehadiran digital advertising cukup banyak. Namun tak banyak yang memiliki kualitas sangat baik. Mayoritas para pelaku dari agensi iklan digital hanya memindahkan konten kampanye pemasaran dari format konvensional (televisi) ke format digital (internet). Banyak yang beranggapan bahwa media digital sebagai sarana untuk menghadang konsumen kapanpun dan dimanapun. Alih-alih mendapat perhatian, yang ada membuat konsumen mengeluh menganggap iklan sebagai gangguan. Padahal peran dari pemasaran digital sendiri untuk menciptakan komunikasi yang interaktif. Potensi teknologi digital seharusnya bisa digali lebih dalam lagi. Komunikasi pemasaran termasuk periklanan di dalamnya sering kali disebut sebagai industri kreatif. Kreatif disini berbeda dengan industri kreatif lainnya seperti musik, fashion, atau fine art. Ide dalam iklan bukan hanya dinilai dari aspek estetikanya saja, karena ide periklanan sejak awal memang untuk tujuan komersial dan persuasi. Sebagai tim kreatif di agensi iklan mereka dituntut untuk dapat berinovasi dalam memecahkan masalah yang diberikan oleh klien. Tim kreatif sendiri terdiri dari copywriter, art director dan graphic designer. Tugas copywriter mencari konsep kreatif iklan yang dituangkan dalam bentuk verbal atau tulisan, sedangkan tugas dari art director mencari konsep kreatif dalam bentuk visual dengan dibantu oleh graphic designer untuk menjaga tampilan iklan menjadi sesuatu yang menarik. Ada istilah yang megatakan bahwa “Design is the King and Konten is the Queen”. Namun menjadi seorang graphic designer dan art director yang baik tidak hanya sekedar mengolah gambar agar terlihat menarik, tetapi juga mengedepankan unsur kebaruan, komunikatif, persuasif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara konseptual. Menguasai software desain bukan lantas langsung disebut desainer, karena mahir mengoperasikan software belum tentu bisa membuat desain yang baik. Ada tahapan dan prinsip-prinsip desain yang harus diterapkan. Sebagai seorang kreator atau seniman mereka harus menghilangkan ego saat membuat desain iklan. Karena desain yang dibuat harus sempurna di mata klien. Pesan yang ingin disampaikan juga harus dimengerti oleh konsumen, bukan untuk dirinya sendiri. Kuliah Kerja Media (KKM) merupakan sarana pengembangan diri bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam dunia periklanan. Mahasiswa dapat melihat bagaimana kerja sebuah agensi iklan dan mengaplikasikan teori dari perkuliahan. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk ikut terlibat dalam proyek pembuatan iklan. Berdasarkan penjelasan di atas penulis melihat bahwa agensi iklan yang tepat sebagai tempat melakukan KKM adalah Djongnesia Network. Sebagai creative dan digital advertising yang sudah berdiri selama tiga tahun di Yogyakarta, kemampuannya dalam menghasilkan ide dan strategy kreatif tidak diragukan lagi. Karena predikatnya sebagai advertising agency penulis melakukan KKM di Djongnesia Network sebagai seorang graphic designer dan art director. Bagi penulis menjadi seorang graphic designer maupun art director memiliki tantangan tersendiri. Latar belakang penulis sebagai mahasiswa komunikasi serta kegemaran penulis di bidang seni khususnya grafis, penulis ingin melihat sejauh mana kemampuan desain grafis yang dimiliki serta mempelajari lebih dalam apa saja peran graphic designer dan art director dalam agensi iklan. Maka dari itu, penulis mengambil judul PERANAN GRAPHIC DESIGNER DAN ART DIRECTOR DALAM PEMBUATAN WEB-ECOMMERCE ( LOYALITYSTORE.COM ) DAN IKLAN DI DJONGNESIA NETWORK sebagai laporan tugas akhir. Diharapkan dengan judul ini penulis dapat berkontribusi dalam berbagi ilmu dan pengalaman dalam dunia periklanan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HX Socialism. Communism. Anarchism
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > D3 - Komunikasi Terapan
    Depositing User: khoirun nisa
    Date Deposited: 15 Apr 2016 17:54
    Last Modified: 15 Apr 2016 17:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24895

    Actions (login required)

    View Item