Negosiasi Diskursus Seksualitas Dalam Praktik Religiusitas Waria Di Pesantren Waria Al-Fattah Yogyakarta

Handayani, Sekar Putri Handayani (2016) Negosiasi Diskursus Seksualitas Dalam Praktik Religiusitas Waria Di Pesantren Waria Al-Fattah Yogyakarta. Masters thesis, universitas sebelas maret.

[img]
Preview
PDF
Download (503Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Sekar Putri Handayani. S701308008. 2016. NEGOSIASI DISKURSUS SEKSUALITAS DALAM PRAKTIK RELIGIUSITAS WARIA DI PESANTREN WARIA AL-FATTAH, YOGYAKARTA. Pembimbing I: Prof. Dr. Warto M.Hum. Pembimbing II: Dra. SK Habsari M.Hum.,Ph.D. Program Pasca Sarjana S2 Kajian Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tesis ini berjudul Negosiasi Diskursus Seksualitas dalam Praktik Religiusitas Waria di Pesantren Waria Al-Fattah, Yogyakarta. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana praktik religiusitas kaum waria di pesantren waria Al-Fattah, Yogyakarta di tengah arus utama konsep seksualitas tradisional. Untuk mencapai tujuan penelitian, dirumuskan tiga poin permasalahan, yaitu: (1) bagaiamana pengaruh diskursus seksualitas dalam praktik religiusitas waria di pesantren Al-Fattah, Yogyakarta; (2) bagaimana negosiasi diskursus seksualitas dalam praktik religiusitas waria di pesantren waria Al-Fattah, Yogyakarta; (3) bagamana implikasi negosiasi diskursus seksualitas dalam praktik religiusitas waria di pesantren waria Al-Fattah, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian di bidang ilmu Kajian Budaya, dimana paradigma keilmuannya berada pada wilayah kritis postmodern. Untuk metode penelitiannya sendiri adalah analisis kualitatif, sehingga data-data berupa lisan, tulisan dan tindakan dari hasil wawancara dan catatan peristiwa dari observasi menjadi data primer yang diolah secara kritis untuk mendapatkan hasil kajian yang diperlukan. Untuk menganalisis data digunakan teknik diskriptif analitik yang dilakukan secara kritis melalui teori-teori kritis yang diterapkan. Teori-teori yang yang digunakan adalah teori yang berkembang di wilayah pemikiran kritis postmodern, yaitu teori diskursus seksualitas serta teori performativity. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dapat dikemukakan tiga simpulan. Pertama, diskursus seksualitas tidak sepenuhnya mempengaruhi kebebasan performa santri waria dalam praktik religiusitas, meski ada santri yang cenderung tunduk kepada tubuhnya namun ada santri waria yang memilih untuk membebaskan dirinya. Kedua, negosiasi yang dilakukan oleh santri waria terhadap diskursus seksualitas mampu memberikan pemahaman bahwa apapun yang dilakukan mereka hanya sebatas performativity, tanpa harus membawa identitas seksual yang mereka miliki untuk bebas menampilkan diri dalam praktik religiusitas di pesantren Al-Fattah, Yogyakarta. Ketiga, kecenderungan dalam menampilkan diri oleh santri waria menjadi keunikan yang menghidupi karakter pesantren hingga mampu menjadi wadah bagi mereka untuk beribadah dengan aman dan nyaman. Kata kunci: diskursus seksualitas, santri waria, performa, religiusitas, pesantren

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Kajian Budaya
    Depositing User: khoirun nisa
    Date Deposited: 15 Apr 2016 17:49
    Last Modified: 15 Apr 2016 17:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24894

    Actions (login required)

    View Item