Faktor-Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas Pengrajin Batik di Kampoeng Batik Laweyan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta

Wibowo, Edi (2016) Faktor-Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas Pengrajin Batik di Kampoeng Batik Laweyan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (744Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi mobilitas sosial vertikal ke atas di Kampoeng Batik Laweyan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktural fungsional yang dikemukakan oleh Talcot Parson. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Studi kasus dipilih karena biasa digunakan untuk meneliti fenomena kontemporer dalam kehidupan nyata, kasus yang spesifik serta memiliki batasan yang jelas. Proses pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik, yakni observasi, wawancara serta penelaahan dokumentasi yang berkaitan dengan studi ini. Penulis menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dengan jenis criterion sampling. Informan dalam penelitian adalah ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) dan Dinas Disperindag Kota Surakarta. Responden yang dipilih tiga dari mobilitas sosial vertikal ke atas dan tiga dari mobilitas sosial vertikal ke bawah. Untuk menjamin validitas data digunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendorong mobilitas sosial vertikal ke atas (social climbing) dari pengrajin batik menjadi pengusaha batik adalah kemampuan menentukan produk batik yang memiliki keunggulan, memiliki beragam jenis batik dan terus menciptakan produk batik yang kreatif dan inovatif sehingga konsumen memiliki banyak pilihan untuk membeli batik. Kemampuan menentukan tempat berdagang ditunjang dengan penetapan kawasan tersebut menjadi Kampoeng batik Laweyan sehingga banyak wisatawan datang ke kawasan tersebut untuk wisata dan juga berbelanja batik. Penentuan harga dilakukan dengan cara harga jual ditambah dengan 30% dari harga pokok produksi batik. Penghargaan kepada pelanggan dan pelanggan pedagang dilakukan dengan potongan penjualan sebanyak 10% dari harga yang disepakati, ditambah lagi untuk pelanggan pedagang diberi keringan waktu pembayaran selama 2 bulan. Promosi dilakukan dengan menggunakan media plakat nama usaha, pamflet, kartu nama, website dan pameran dagang. Target pemasaran dilakukan dengan cara menyasar pasar potensial sehingga produk batik lebih mudah diterima konsumen. Etos kerja yang dilakukan pengusaha berupa siklus kerja yang panjang, kerja kerja, ulet, teliti dan hemat. Pola penundaan kesenangan dengan cara tetap membelanjakan modal produksi sesuai peruntukanya sebagai modal produksi bukan membelanjakanya pada kebutuhan konsumsi. Kata Kunci: Mobilitas Sosial Vertikal ke Atas, Sentra Industri Batik

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
    H Social Sciences > HM Sociology
    H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    H Social Sciences > HS Societies secret benevolent etc
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: dian pratiwi
    Date Deposited: 12 Apr 2016 22:10
    Last Modified: 12 Apr 2016 22:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24635

    Actions (login required)

    View Item