UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY – TWO STRAY (TSTS) PADA SISWA KELAS VIII-C SMP NEGERI 1 KARANGPANDAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

nanto, ferry you (2016) UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY – TWO STRAY (TSTS) PADA SISWA KELAS VIII-C SMP NEGERI 1 KARANGPANDAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Other thesis, universitas sebelas maret.

[img]
Preview
PDF
Download (908Kb) | Preview

    Abstract

    Ferry You Nanto. K1311035. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY – TWO STRAY (TSTS) PADA SISWA KELAS VIII-C SMP NEGERI 1 KARANGPANDAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta: Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Januari 2016. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stray (TSTS) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan keaktifan siswa, dan mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dan keaktifan siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Karangpandan setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stray (TSTS) tahun pelajaran 2015/2016 semester gasal. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data keterlaksanaan pembelajaran, data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika, dan data keaktifan siswa. Untuk mengumpulkan data keterlaksanaan pembelajaran dan keaktifan siswa menggunakan metode observasi, sedangkan untuk data kemampuan pemecahan masalah dengan metode tes. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah setidaknya 60% dari jumlah siswa yang mengikuti tes mencapai skor maksimal pada tiap tahap pemecahan masalah dan setidaknya 60% dari jumlah siswa yang diamati mencapai kategori keaktifan belajar tinggi dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stray (TSTS) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan keaktifan siswa adalah: 1) Kegiatan Pendahuluan, yaitu: a) Guru mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari; b) Guru menginformasikan tujuan yang akan dicapai siswa pada awal pembelajaran; dan c) Guru menjelaskan secara garis besar model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stray (TSTS) yang akan digunakan; 2) Kegiatan Inti, yaitu: a) Presentasi guru; b) Kegiatan kelompok; c) Two Stay – Two Stray. Dua orang siswa dari masing-masing kelompok bertindak sebagai tamu dan berkunjung secara terpisah, sedangkan dua orang siswa lainnya bertindak sebagai tuan rumah. Tuan rumah bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka. Setelah memperoleh informasi dari tuan rumah, tamu mohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing dan melaporkan temuan dari kelompok lain serta mencocokkan hasil kerja mereka; d) Presentasi kelompok; dan e) Guru memberikan soal-soal pemecahan masalah sebagai latihan bagi siswa pada akhir pembelajaran; 3) Penutup, yaitu: a) Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dipelajari; b) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan kesulitan yang dialami viii dalam mengikuti pembelajaran; dan c) Guru menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran. Berdasarkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika diperoleh persentase siswa yang memperoleh skor maksimal pada tiap tahap pemecahan masalah mengalami peningkatan, yaitu: 1) Tahap Memahami Masalah, meningkat dari 38,71% pada prasiklus menjadi 41,94% pada siklus I dan menjadi 70% pada siklus II; 2) Tahap Merencanakan Penyelesaian Masalah, meningkat dari 41,94% pada prasiklus menjadi 48,39% pada siklus I dan menjadi 70% pada siklus II; 3) Tahap Melaksanakan Rencana Penyelesaian, meningkat dari 19,35% pada prasiklus menjadi 25,81% pada siklus I dan menjadi 86,67% pada siklus II; 4) Tahap Menginterpretasikan Jawaban yang Telah Diperoleh, meningkat dari 0% pada prasiklus menjadi 25,81% pada siklus I dan menjadi 80% pada siklus II. Berdasarkan hasil observasi keaktifan siswa diperoleh persentase siswa dengan kategori keaktifan tinggi mengalami peningkatan, yaitu dari 16,13% pada prasiklus menjadi 54,03% pada siklus I dan menjadi 72,58% pada siklus II. Kata Kunci: Two Stay – Two Stray, kemampuan pemecahan masalah matematika, keaktifan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: khoirun nisa
    Date Deposited: 12 Apr 2016 18:51
    Last Modified: 12 Apr 2016 18:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24625

    Actions (login required)

    View Item