Determinan penyakit diare pada anak balita di wilayah Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta

Nuryani, Sri (2016) Determinan penyakit diare pada anak balita di wilayah Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (167Kb) | Preview

    Abstract

    Sri Nuryani, 2015. Determinan Penyakit Diare Pada Anak Balita di Wilayah Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta. TESIS. Pembimbing I: Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, Pembimbing II: Mutalazimah. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret. ABSTRAK Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia yang terus terjadi di suatu tempat tertentu (biasanya daerah pemukiman padat penduduk), termasuk penyakit potensial penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Dari penyebab kunjungan Puskesmas atau Balai Pengobatan, diare termasuk dalam 3 (tiga) kelompok penyakit penyebab utama selain Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan febris. Angka kesakitannya sekitar 200 – 400 kejadian diare per 1000 penduduk setiap tahunnya. Insiden KLB diare pada tahun 2013 terjadi di 6 (enam) provinsi dengan penderita terbanyak terjadi di Jawa Tengah yang mencapai 294 kasus. Kasus diare sering berhubungan dengan pola makan dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan hubungan pendidikan ibu, status gizi, kebiasaan cuci tangan, pendapatan, kepemilikan jamban, penyediaan air bersih dengan kejadian diare. Jenis penelitian ini studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan fixed diseases sampling. Jumlah sampel sebesar 100 ibu yang memiliki balita di Wilayah Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang secara signifikan dari pendidikan ibu (OR = 0,19; CI 95% = 0,07 – 0,53; p=0,002), status gizi (OR = 0,17; CI 95% = 0,04 – 0,7; p<0,014), kebiasaan cuci tangan (OR = 0,03; CI 95% = 0,006 – 0,78; p<0,001).pendapatan (OR = 0,28; CI 95% = 0,28 – 0,78; p<0,015), kepemilikan jamban (OR = 0,21; CI 95% = 0,05– 0,84; p=0,027), penyediaan air bersih (OR = 0,25; CI 95% = 0,07 – 0,89; p<0,03). Kesimpulan: pendidikan ibu, status gizi, kebiasaan cuci tangan, pendapatan, kepemilikan jamban/ toilet, penyediaan air bersih berhubungan negatif dengan kejadian diare. Kata kunci : pendidikan ibu, status gizi, kebiasaan cuci tangan, pendapatan, kepemilikan jamban, penyediaan air bersih, kejadian diare.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
    Divisions: Pasca Sarjana
    Depositing User: fauzan ahmad
    Date Deposited: 12 Apr 2016 15:55
    Last Modified: 12 Apr 2016 15:55
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24608

    Actions (login required)

    View Item