IDENTIFIKASI DAN DISTRIBUSI KEPADATAN LALAT PADA BEBERAPA MODEL PENGELOLAANSAMPAH DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPAS) SUKOSARI KARANGANYAR

Hartono , Untung (2016) IDENTIFIKASI DAN DISTRIBUSI KEPADATAN LALAT PADA BEBERAPA MODEL PENGELOLAANSAMPAH DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPAS) SUKOSARI KARANGANYAR. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (17Kb) | Preview

    Abstract

    Sampah merupakan entropi dari aktivitas manusia. Meningkatnya populasi manusia secara langsung menjadikan pengelolaan sampah menjadi permasalahan global saat ini. Salah satu metode pengelolaan sampah adalah dengan melakukan sentralisasi pengelolaan pada lokasi khusus dan daur ulang. Penelitian ini mengkaji mengenai dampak sentralisasi pengelolaan sampah pada lokasi pengelolaan maupun lingkungan sekitar. Indikator yang diteliti adalah jenis dan jumlah lalat. Variasi pembanding berupa perbedaan model pengelolaan sampah dan waktu pengelolaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) jenis dan kemelimpahan lalat; (2) pengaruh model pengelolaan sampah terhadap populasi lalat; (3) pengaruh waktu sampling terhadap populasi lalat; dan (4) korelasi model pengelolaan sampah dan waktu sampling terhadap populasi lalat. Penelitian dilaksanakan di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Sukosari, Karanganyar pada bulan Maret hingga Juni 2015. Metode penelitian dilakukan dengan inventarisasi jenis dan jumlah lalat pada titik-titik model pengelolaan sampah berbeda di TPAS Sukosari dan satu titik di pemukiman sebagai kontrol dengan menggunakan peralatan fly grill ukuran standar. Model pengelolaan sampah di TPAS Sukosari dibagi menjadi tiga tipe yaitu : open dumping, open trench burning dan sanitary landfill. Pengambilan sampel tersebut dilakukan dalam variasi waktu pagi, siang dan sore. Analisis penelitian dengan menggunakan Univariate ANOVA untuk menentukan signifikansi pengaruh beda model pengelolaan dan waktu terhadap jumlah lalat serta Korelasi Pearson untuk mengetahui bentuk dan nilai korelasi antar variabel. Hasil penelitian ini mendapatkan 4 jenis lalat dalam inventarisasi di wilayah TPAS Sukosari yaitu Musca domestica (lalat rumah), Lucilia sericata (lalat hijau), Tabanus atratus (lalat pitak) dan Drosophila melanogaster (lalat buah). Lalat dominan pada kawasan TPAS Sukosari adalah Musca domestica. Frekwensi lalat tertinggi diperoleh di lokasi pengelolaan open dumping (mean 27,133) dan terendah di lokasi sanitary landfill (mean 3,667). Frekwensi lalat tertinggi berdasarkan waktu sampling didapatkan pada pagi hari (mean 24,450). Analisis ANOVA Univariate menunjukkan bahwa variasi model pengelolaan sampah, waktu sampling maupun keduanya secara bersamaan memberikan dampak signifikan pada jumlah lalat (sig 0,000). Pengaruh kedua variabel tersebut terhadap jumlah lalat tergolong tinggi (R2 : 0,982). Korelasi model pengelolaan sampah dan jumlah lalat adalah -0,575 (sig 0,000) menunjukkan korelasi negatif sedang. Sedangkan korelasi suhu dengan jumlah lalat adalah -0,408 (sig 0,001) menunjukkan korelasi negatif lemah. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pengelolaan sampah sanitary landfill ideal untuk menjaga kualitas lingkungan dibuktikan dengan jumlah lalat ditemukan tidak berbeda signifikan dengan kontrol (sig 0,511).

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: eky putri
    Date Deposited: 11 Apr 2016 19:13
    Last Modified: 11 Apr 2016 19:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24577

    Actions (login required)

    View Item