Seroprevalensi dan Hubungan Faktor Risiko Infeksi Toxoplasma gondii pada PSK Pria di Surakarta Menggunakan Metode ELISA

Wanahari, Tenri Ashari (2016) Seroprevalensi dan Hubungan Faktor Risiko Infeksi Toxoplasma gondii pada PSK Pria di Surakarta Menggunakan Metode ELISA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (175Kb) | Preview

    Abstract

    Latar Belakang: Pencegahan primer infeksi Toxoplasma gondii (T. gondii) pada komunitas risiko tinggi tertular HIV sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah sebagai studi awal untuk mengetahui status seroprevalensi dan hubungan faktor sosiodemografi serta perilaku berisiko tertular T. gondii dengan seroprevalensi infekti T. gondii pada pekerja seks komersial (PSK) pria di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Metode: Pada studi potong lintang, faktor sosiodemografi dan perilaku berisiko terinfeksi T. gondii dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi pada 30 PSK pria di Surakarta. Partisipasi studi ini bersifat sukarela dan pribadi. PSK Pria yang menyetujui informed consent kemudian di-interview secara mendalam. Setelah itu, pengambilan darah tepi dilakukan, lalu dideteksi untuk antibodi IgM dan IgG anti T. gondii menggunakan kit komersil, metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Data dianalisis dengan STATA 12®. Uji Chi square dan uji Fisher digunakan untuk mengetahui hubungan antara riwayat sosiodemografi dan riwayat perilaku berisiko dengan seroprevalensi infeksi T. gondii pada PSK pria, dengan menggunakan nilai signifikansi secara statistik p < 0.05. Metode estimasi interval digunakan untuk mengkalkulasi parameter populasi dengan tingkat kepercayaan (CI) 95%. Hasil: Studi menunjukkan bahwa seropevalensi antibodi IgG anti T. gondii terdeteksi pada 17 dari 30 sampel atau 56.67% (95% CI, 39% - 72%). Tidak ditemukan status positif antibodi IgM anti T. gondii pada studi ini (seroprevalensi antibodi IgM adalah 0%). Tidak ditemukan adanya hubungan signifikan secara statistik antara faktor sosiodemografi dan seroprevalensi antibodi IgG anti T. gondii (infeksi laten). Namun, ada hubungan yang signifikan secara statistik antara riwayat mengkonsumsi sayuran tidak dimasak dengan status seroprevalensi infeksi laten T. gondii. Kontak dengan tanah (80%), konsumsi sayuran tidak dimasak (73%), peliharaan kucing (53%) merupakan perilaku berisiko yang dominan pada studi ini. Simpulan: Studi ini merupakan studi pertama yang melaporkan status seroprevalensi infeksi T. gondii pada PSK pria, di Indonesia. Hasil studi ini menunjukkan bahwa perlunya intervensi kesehatan masyarakat guna mencegah infeksi primer pada komunitas ini. Keyword: Toxoplasma gondii, seroprevalensi, Pekerja seks komersial, Surakarta

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Afifah Nur Laili
    Date Deposited: 11 Apr 2016 17:02
    Last Modified: 11 Apr 2016 17:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24560

    Actions (login required)

    View Item