PENGARUH EKSTRAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L. rendle.) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans in vitro

Saraswati Utomo, Oki (2016) PENGARUH EKSTRAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L. rendle.) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans in vitro. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (427Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Oki Saraswati Utomo, G0012156, 2015. Pengaruh Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. rendle) sebagai Antifungi terhadap Pertumbuhan Candida albicans in vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida sp. dinamakan dengan kandidiasis atau kandidosis. Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. rendle) merupakan salah satu tanaman yang dapat berpotensi sebagai alternatif pengobatan anti jamur terhadap Candida albicans karena mengandung saponin, flavonoid, tanin dan minyak atsiri yang memiliki peran sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. rendle) sebagai antifungi terhadap pertumbuhan Candida albicans in vitro. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental kuasi laboratorium. Subjek penelitian adalah biakan Candida albicans yang diambil secara convenience sampling dan disetarakan dengan standar 0,5 Mc Farland. Penelitian ini menggunakan 10 kelompok perlakuan, yaitu PEG 2% sebagai kontrol negatif, ekstrak Serai Wangi yang dilarutkan dengan PEG 400M sehingga didapat konsentrasi 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%, dan ketokonazole 25 μg sebagai kontrol positif. Subyek diinokulasikan pada Sabouraud Dextrose Agar yang memiliki sumuran berdiameter 6 mm. Hasil diameter zona hambatan yang dihasilkan dianalisis dengan uji One Way Anova dan uji Post Hoc LSD menggunakan SPSS 23.0 for Windows. Hasil: Seluruh tingkat konsentrasi ekstrak Serai Wangi menunjukkan aktivitas hambatan terhadap Candida albicans. Hasil analisis statistik dengan uji One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kesepuluh kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Zona hambat yang dihasilkan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi. Kelompok kontrol negatif maupun kontrol positif menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan semua kelompok. Simpulan: Pemberian ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L. rendle) menunjukkan zona hambatan terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro mulai konsentrasi 30% sampai 100%, namun zona hambatan yang ditimbulkan masih lebih kecil apabila dibandingkan dengan ketokonazole 25μg. Kata kunci: Antifungi, Ekstrak Serai Wangi, Candida albicans

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: eky putri
    Date Deposited: 11 Apr 2016 16:43
    Last Modified: 11 Apr 2016 16:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24553

    Actions (login required)

    View Item