KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL ISINGA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY: Kajian Kritik Sastra Feminis

PUSPITASARI, DEWI (2016) KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL ISINGA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY: Kajian Kritik Sastra Feminis. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (177Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Dewi Puspitasari. C0211014. 2015. Ketidakadilan Gender dalam Novel Isinga Karya Dorothea Rosa Herliany: Kajian Kritik Sastra Feminis. Skripsi: Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah ketidakadilan gender dalam novel Isinga (2015) karya Dorothea Rosa Herliany dan upaya penolakan perempuan Papua terhadap sistem patriarkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender dalam novel Isinga (2015) dan mengungkapkan penolakan perempuan Papua terhadap sistem patriarkat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kritik sastra feminis karena dalam teks penuh dengan bias gender. Melalui analisis novel ini juga dapat dilihat bagaimana seorang perempuan Papua yang terpinggirkan mampu bertahan dan berjuang atas dirinya pribadi dari keadaan yang membelenggunya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis wacana perspektif Michel Foucault yang dilakukan dengan cara mengungkap bagaimana kekuasaan, dominasi, dan ketidaksetaraan dipraktikkan, direproduksi atau dilawan oleh teks tertulis maupun perbincangan dalam konteks sosial dan politis. Objek formal dalam penelitian ini adalah ketidakadilan gender terhadap perempuan serta upaya penolakan perempuan terhadap sistem patriarkat di pedalaman Papua dalam novel Isinga (2015) karya Dorothea Rosa Herliany. Simpulan penelitian ini adalah (1) Ketidakadilan gender pada novel Isinga (2015) karya Dorothea Rosa Herliany dalam bentuk marginalisai perempuan, subordinasi, stereotip, kekerasan baik fisik ataupun psikis, dan beban kerja. Ketidakadilan gender terjadi karena adanya perbedaan persepsi mengenai perempuan, sehingga perempuan menjadi terpinggirkan dan tidak mendapat hak yang sama dengan laki-laki; (2) Upaya penolakan perempuan Papua terhadap sistem patriarkat diwujudkan Irewa melalui kegiatan-kegiatan positifnya bersama mama-mama Papua yang lain. Melalui perjuangan perempuan tersebut secara sadar maupun tidak perempuan telah menanamkan nilai-nilai persamaan, yaitu persamaan derajat, persamaan peran dan tanggung jawab, persamaan kecerdasan intelektual, dan persamaan keberanian.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0080 Criticism
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: fauzi ahmad
    Date Deposited: 10 Apr 2016 23:42
    Last Modified: 10 Apr 2016 23:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24466

    Actions (login required)

    View Item