PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllanthus niruri Linn.) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (Mus musculus Linn.) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

AURIKA, DENALIA (2016) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENIRAN (Phyllanthus niruri Linn.) TERHADAP KERUSAKAN STRUKTUR HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (Mus musculus Linn.) YANG DIINDUKSI PARASETAMOL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (70Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Denalia Aurika, G0012054, 2015. Pengaruh Pemberian Ekstrak Meniran (Phyllanthus niruri Linn.) terhadap Kerusakan Struktur Histologis Hepar Mencit (Mus musculus Linn.) yang Diinduksi Parasetamol. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret,Surakarta. Latar Belakang: Drug Induced Liver Injury (DILI) merupakan salah satu gangguan hepar akibat toksisitas obat. Sebanyak 41 dari 100.000 orang menderita kerusakan hepar akut akibat toksisitas obat. Sebagian besar gangguan kesehatan ini disebabkan oleh penggunaan parasetamol yang berlebihan. Meniran (Phyllanthus niruri Linn.) mengandung berbagai macam antioksidan, seperti fitokimia dan mineral. Antioksidan tersebut bersifat hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak meniran dalam melindungi kerusakan struktur histologis sel hepar mencit yang diinduksi parasetamol. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan the post test only control group design. Penelitian dilakukan di Laboratorium Histologi FK UNS. Sampel berupa mencit Swiss Webster jantan, usia 2-3 bulan, berat badan ± 20 gram. Sampel sebanyak 30 ekor yang diperoleh secara purposive sampling, dibagi dalam 5 kelompok secara random, masing-masing terdiri dari 6 mencit. Kelompok Normal (KN) diberi akuades, Kelompok Kontrol Negatif (KK (-)) hanya diberi parasetamol dosis toksik. Kelompok Kontrol Positif (KK (+)) diberi Curcuma® dan parasetamol dosis toksik. Ekstrak meniran dengan dosis 2,8 mg dan 5,6 mg diberikan masing-masing untuk Kelompok Perlakuan 1 (KP 1) dan Kelompok Perlakuan 2 (KP 2) selama 14 hari berturut-turut serta ditambahkan pemberian parasetamol dosis toksik (5 mg) pada hari ke-8 sampai 14 per oral. Pada hari ke- 15, mencit dikorbankan kemudian diambil heparnya dan dibuat preparat dengan pengecatan HE. Kerusakan sel hepar diamati dengan menghitung jumlah inti sel hepar yang mengalami piknosis, karioreksis, dan kariolisis dari tiap 100 sel hepar. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Multiple Comparisons berupa uji LSD (α = 0,05). Hasil: Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antara 5 kelompok (p < 0,05). Hasil uji LSD juga menunjukkan perbedaan bermakna (p < 0,05) antara KN-KK (-), KN-KK (+), KN-KP 1, KN-KP 2, KK (-)-KK (+). KK (- )-KP 1, KK (-)-KP 2, KK (+)-KP 1, KP 1-KP 2. Perbedaan tidak bermakna terjadi antara kelompok KK (+)-KP 2 (p > 0,05). Simpulan: Meniran berpengaruh dalam melindungi struktur histologis hepar mencit dari kerusakan akibat induksi parasetamol dan pengaruh ini sebanding dengan peningkatan dosis yang diberikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: fauzi ahmad
    Date Deposited: 10 Apr 2016 20:44
    Last Modified: 10 Apr 2016 20:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24446

    Actions (login required)

    View Item