Analisis Stabilitas Lereng Akibat Beban Hujan Harian Maksimum Bulanan Dan Beban Lalu Lintas (Studi Kasus : Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri)

KALIMANTO, DEMARDA (2016) Analisis Stabilitas Lereng Akibat Beban Hujan Harian Maksimum Bulanan Dan Beban Lalu Lintas (Studi Kasus : Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (227Kb) | Preview

    Abstract

    Kabupaten Wonogiri jika ditinjau dari pemetaan tanah merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki potensi longsor tinggi dikarenakan memiliki topografi tanah berbentuk lereng dan perbukitan. Kemiringan tanah, curah hujan dan infrastruktur tanah menyebabkan beban semakin berat sehingga meningkatkan potensi terjadi bencana tanah longsor. Melihat peranan penting beban infrastruktur dan curah hujan terhadap bencana longsor, penelitian ini diperlukan untuk memperkirakan terjadinya bencana tanah longsor di musim penghujan pada lereng dengan kemiringan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan harian maksimum bulanan dan beban lalu lintas terhadap stabilitas lereng di Desa Mangunharjo, Jatipurno, Wonogiri. Data hujan yang dihitung sebagai beban lereng diamati pada bulan basah, yaitu Januari, Februari, Maret, April, November, dan Desember selama periode sepuluh tahun dari 2004 – 2013. Data beban lalu lintas didasarkan pada kriteria jalan, dimana kriteria jalan di lokasi penelitian adalah jalan lokal sekunder. Sampel tanah dari lokasi penelitian diperoleh dan diuji untuk mengetahui parameter tanah yang dibutuhkan dalam analisa stabilitas lereng. Variasi kemiringan lereng 30°, 45°, 60° dan kemiringan asli lereng yaitu 42°. Perhitungan infiltrasi air hujan yang masuk ke dalam tanah menggunakan metode Green-Ampt. Analisis stabilitas lereng menggunakan metode finite element. Hasil analisis stabilitas lereng dengan kondisi sebelum hujan dan setelah hujan terjadi penurunan. Penurunan nilai faktor keamanan diakibatkan adanya hujan, beban diatas lereng, dan kemiringan lereng. Pada kemiringan 60° menunjukkan nilai faktor keamanan (SF) dibawah SF kritis sebesar 1,25 sehingga lereng dengan kemiringan sudut 60° memiliki potensi untuk tanah longsor.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Sipil
    Depositing User: fauzi ahmad
    Date Deposited: 10 Apr 2016 20:37
    Last Modified: 10 Apr 2016 20:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/24443

    Actions (login required)

    View Item